oleh

Kejari Lotim Sita Barang Bukti Kasus Pengadaan Alsintan Tahun 2018

banner 300500

Kejari Lotim terus mendalami kasus dugaan Tipikor Alsintan pada tahun 2018. Hari ini Kejari Lotim menyita barang bukti berupa Alsintan, guna mempermudah penyidik dalam menghitung kerugian negara.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Penanganan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam pengadaan Alat Mesin Pertanian Alsintan) oleh Kementerian Pertanian RI yang disalurkan melalui Dinas Pertanian Lombok Timur (Lotim) pada tahun 2018 silam masih terus berproses.

Terakhir Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim melakukan penyitaan barang bukti berupa Alsintan, guna mempermudah pihak Kejari Lotim dalam menghitung kerugian negara.

“Ini disita untuk penghitungan kerugian negara, di mana kita sudah menemukan dua alat bukti terkait tindak pidana korupsi dalam pengadaan atau pemberian alsintan dari Kementerian Pertanian,” kata Kasi Intel Kejari Lotim, L. Mohamad Rasyidi, SH, Kamis (18/02/2021).

Rasyidi meneruskan, alat bukti berupa Alsintan yang disita itu didapatkan dari beberapa tempat, yang dikuasi oleh masyarakat. Padahal seharusnya Alsintan itu diberikan kepada Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA).

“Barang sitaan ini kita ambil dari masyarakat di beberapa tempat yang telah diberikan, karena seharusnya barang ini diberikan kepada UPJA,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, Rasyidi menyatakan pihaknya telah memeriksa lebih dari 30 saksi dan menaksir kerugian negara mencapai Rp. 1 Milyar, namun tegasnya untuk jumlah pastinya, harus menunggu hasil audit BPKP yang kemudian juga hasil audit itu akan dijadikan dasar dalam penetapan tersangka.

“Untuk sementara kerugian negara kira-kira 1 Milyar kalau hitung-hitungan teman-teman. Tapi nanti kita tunggu hasil audit BPKP, kita juga akan tetapkan tersangka nanti atas hasil audit itu,” cetusnya.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Lotim, H. Abadi ketika diminta tanggapannya atas hal itu mengaku tidak berani memberi komentar lebih jauh dengan alasan tidak tahu persis, sebab ia mengatakan pada tahun 2018 silam dirinya belum berada di Dinas Pertanian.

“Pengadaan ini sekitar tahun 2018, di tahun itu kami belum ada di situ dan kami tentu tidak bisa mengomentari terlalu jauh, karena ini dalam proses hukum,” jelasnya.

Tetapi dirinya menjabarkan secara persis jumlah dari Alsintan yang diduga dikorupsi dan disita oleh pihak Kejari Lotim

“Traktor roda empat 5 unit, traktor roda dua 60 unit, pompa air 121 unit, pompa air honda 29 unit, jadi totalnya sekitar 250 unit,” tutupnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT