oleh

Jaksa Periksa Kadis Dukcapil Lotim Terkait Kasus Dermaga Labuhan Haji

banner 300500

Penyidik Kejari Lombok Timur terus mendalami keterangan para saksi kasus Tipikor pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji. Setelah sebelumnya mantan Kadis LHK yang diperiksa, kali ini mantan Plt Kadis PU tahun 2016 inisial S yang digali kesaksiannya terkait proyek itu. Diketahui saat ini S menjabat sebagai Kadis Dukcapil Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur kembali memeriksa para saksi dalam Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengerukan kolam labuh Dermaga Pelabuhan Labuhan Haji tahun 2016 silam. Setelah sebelumnya mantan Kadis LHK inisial M, kini giliran mantan Plt. Kadis PU inisial S yang kini menjabat Kadis Dukcapil Lombok Timur yang dikorek kesaksiannya.

“Hari ini tim penyidik Kejari Lotim kembali memeriksa saksi inisial S mantan PLT Kadis PU 2016 dan saat ini menjabat sebagai Kadis Dukcapil,” kata Kasi Intelijen Kejari Lombok Timur, L. Mohamad Rasyidi, SH, Kamis (25/03/2021).

Masih kata Rasyidi, selaku Plt. Kadis PU, saat itu S merupakan Pengguna Anggaran (PA) proyek. Namun ditanyakan mengenai peranan S dalam proses pencairan dana, Rasyidi tidak menjawab dengan alasan hal itu telah masuk dalam materi pemeriksaan.

“Ini sudah materi pemeriksaan, tidak bisa kami sampaikan,” jawab Rasyidi.

Dijelaskannya, saat proses pemeriksaan, yang dimulai dari Pukul 10:30-13:00 Wita, S disodori 32 pertanyaan oleh penyidik.

“Penyidik sodorkan sekitar 32 pertanyaan,” imbuhnya.

Diketahui pada pemberitaan sebelumnya, jika proyek pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji itu dianggarkan 38,9 miliar dari Pagu APBD Lombok Timur tahun 2016. Tapi ternyata pengerjaan proyek itu tidak pernah dilakukan.

Padahal uang muka sebesar 20 persen dari nilai proyek, telah diberikan kepada pemenang tender. Di mana saat ini uang muka yang jumlahnya miliaran itu masih mengendap di salah satu bank penjamin yang berada di Kota Bandung. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT