oleh

Gelar Uji Kompetensi, Lulusan LLK Selong Siap Tarung di Dunia Industri

banner 300500

LLK Selong akan lakukan uji kompetensi, hal itu dimaksudkan untuk menjaga mutu pelatihan dan kompetensi lulusan yang siap terjun di dunia usaha dan industri. Diharapakan juga sinergi LLK Selong dan dunia industri semakin erat, untuk memastikan lulusan siap berkontribusi untuk kemajuan industri.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Loka Latihan Kerja (LLK) Selong akan melakukan uji kompetensi bagi peserta pelatihan dari 11 kejuruan untuk gelombang kedua. Total terdapat 176 peserta akan mengikuti uji kompetensi, setelah sebelumnya di tahap pertama 48 peserta dinyatakan lulus.

“Uji kompetensi telah kita telah lakukan dua tahap, pertama telah dinyatakan lulus 48 peserta, dan untuk tahap kedua akan diikuti 176 peserta dari 11 kejuruan yang ada,” kata Kepala LLK Selong, Achmad Wardi, Rabu (10/03/2021).

Masih kata Wardi, pihak yang melakukan uji kompetensi di LLK Selong adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di mana pelaksana di daerah adalah Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kedua (LSP2) BLK Lombok Timur yang baru saja terbentuk.

“Sekarang kita sudah punya LSP2 BLK Lombok Timur, kalau dulu kita mengunakan LSP Surabaya dan LSP Surakarta. Alhamdulillah kita sudah punya sekarang di NTB,” ungkapnya.

Lanjutnya, sekalipun tergolong baru, LSP2 BLK Lombok Timur tidak perlu diragukan, sebab diisi oleh asesor-asesor yang telah memiliki lisensi, tersertifikasi dan tentunya berpengalaman.

Wardi juga mengatakan uji kompetensi sangatlah penting untuk dilakukan di LLK Selong. Sebab itu berkaitan dengan peningkatan mutu pelatihan, menjaga dan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas lulusan sesuai kejuruan.

“Setelah selesai pelatihan, dipastikan semua peserta pelatihan di LLK Selong memiliki kemampuan sesuai Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKNI), itu tujuannya,” tegasnya.

Atas hal itu dirinya memastikan jika semua peserta yang lulus uji kompetensi dari 11 kejuruan akan langsung terserap oleh dunia usaha dan dan industri (DUDI), sebab sebelum pendaftaran dibuka telah dilakukan MoU dengan 99 DUDI di Lombok Timur.

“Semua peserta yang telah lulus uji kompetensi dari semua kejuruan dipastikan akan mendapat penempatan magang atau berkerja di dunia industri itu,” bebernya.

Setelah uji kompetensi tahap 2 berakhir, akan dilanjutkan kembali dengan pelatihan gelombang berikutnya, sebab diketahui bersama telah lolos seleksi 1.300 pendaftar, dan akan mengikuti pelatihan dan uji kompetensi secara bertahap. Dari itu Wardi berharap kepada peserta yang akan mengikuti pelatihan untuk serius menyiapkan diri.

“Jadi kami berharap kepada peserta yang akan dipanggil agar bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan agar memiliki kompetensi yang akan dijadikan bekal di dunia kerja,” Ia juga berharap agar sinergi pihaknya dan DUDI terus ditingkatkan agar kompetensi kerja lulusan berkorelasi dengan kebutuhan industri.

“Kita juga berharap antara lembaga pelatihan dan dunia kerja dan industri terus bersinergi, utamanya pelatihan yang dilakukan dan kebutuhan tenaga kerja dunia industri agar peserta pelatihan siap diperkerjakan,” harapnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT