Massa tanggap bencana kekeringan Lombok Timur telah berakhir. Tapi ternyata masyarakat di Kecamatan Jerowaru dan Keruak masih kekurangan air bersih, dari itu khusus untuk kecamatan itu, BPBD kembali memperpanjang massa darurat.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Masa tanggap bencana kekeringan di 8 kecamatan Lombok Timur telah berakhir pada 31 Oktober 2022 lalu. Di mana masing-masing kecamatan menerima Rp75 juta untuk pengadaan air bersih.
Tapi masyarakat di Kecamatan Jerowaru dan Keruak diketahui masih membutuhkan ketersediaan air bersih. Dari itu dua kecamatan tersebut sudah bersurat untuk memperpanjang masa tanggap darurat kekeringan.
Untungnya, saat ini terdapat sisa anggaran dari penyaluran yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur.
Dari itu, dikatakan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lombok Timur Lalu Muliadi, pengajuan surat perpanjangan masa tanggap bencana kekeringan sudah disetujui dan akan secepatnya dilakukan penyaluran kembali.
“Masa tanggap bencana kekeringan kita perpanjang hingga 17 Desember 2022 mendatang,” kata dia (16/11/2022)
Lebih lanjut Muliadi menyatakan, penyaluran air di masyarakat terus akan berlangsung, walaupun pada 31 Oktober 2022 masa tanggap darurat pertama sudah berakhir
Namun diakuinya masyarakat melalui camat tetap menyuarakan permintaan untuk air bersih.
“Begitu juga kita di pemerintah daerah melalui BPBD tetap memberikan saluran, namun tetap sesuai aturan administrasi itu harus mengimbangi,” katanya.
Oleh karenanya, BPBD sebelumnya sudah meminta kepada Camat Jerowaru dan Keruak untuk mengajukan permohonan perpanjangan SK tanggap darurat.
“Sesuai dengan permintaan dari Camat, terutama untuk memberikan air bersih di Kecamatan Keruak dan juga Jerowaru, SK-nya sudah kita perpanjang,” tegasnya.
Caranya nanti adalah dengan memaksimalkan sisa anggaran dari masa tanggap bencana kekeringan pertama
Untuk itu, Muliadi menegaskan, jika sebelumnya sudah ada rekomendasi dan BPBD dalam hal ini tidak meminta tambahan anggaran. “Kami hanya menggeser dari kecamatan yang cepat selesai masa tanggap bencana kekeringannya kemarin, totalnya ada 8 kecamatan yang kita tangani. Sisa anggaran dari sana yang kita geser ke dua Kecamatan tersebut nantinya,” jelasnya.
Muliadi menambahkan, nantinya kalkulasi apakah anggaran yang digelontorkan untuk air bersih itu lebih atau kurang secara keseluruhan akan dilihat pada tanggal 17 Desember yang akan datang. “Mudah-mudahan krisis air bersih ini segera berakhir,” tandasnya. (Pin)







