oleh

Badai La Nina, BPBD Lotim Himbau Masyarakat Agar Tetap Waspada

banner 300500

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada ketika terjadi hujan disertai angin yang kencang akibat badai La Nina agar lebih berhati-hati terutama bagi pengendara.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id-Fenomena La Nina merupakan keadaan suhu laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur lebih dingin dibanding suhu normal. Kondisi ini biasanya diikuti dengan berubahnya pola sirkulasi Walker di atmosfer yang berada di atasnya dan dapat mempengaruhi pola iklim dan cuaca global.

Efek fenomena La Nina sudah terjadi di Indonesia sejak Oktober 2020, yang ditandai dengan peningkatan curah hujan secara drastis, dan diikuti dengan bencana banjir, angin kencang, dan tanah longsor di beberapa wilayah termasuk di kabupaten Lombok Timur.

Antisipasi dampak dari Badai La Nina ini, BPBD Kabupaten Lombok Timur telah mengeluarkan SK siaga, darurat banjir longsor akibat badai untuk menghimbau kepada seluruh masyarakat tetap waspada terkait potensi terjadinya bencana banjir, longsor akibat badai La Nina yang kemungkinan bisa melewati kabupaten Lombok Timur.

“Alhamdulillah kami sudah berkordinasi dengan lintas OPD Terkait stakeholder nya nanti di BPBD, termasuk DLHK, PUPR dan dinas lainnya,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik Kabupaten Lombok Timur Iwan Setiawan. 10/11/2021.

Iwan menambahkan, adapun upaya untuk mengatasi pohon tumbang yang disebabkan oleh curah hujan dan angin kencang, setahun terakhir ini pihaknya bersama DLHK sudah cukup banyak melakukan penebangan untuk pohon pohon yang sudah berusia dan rapuh. Akan tetapi di beberapa tempat yang tidak bisa di prediksi seperti yang terjadi di tahun-tahun kemarin di wilayah utara terhadap angin puting beliung akibat badai La Nina.

“Siklus ini terjadi lagi tahun ini, tahun 2020 kita alami dan Alhamdulillah bisa kita antisipasi,” imbuhnya.

Iwan menambahkan, Ada beberapa hal yang memang menjadi evaluasi BPBD terutama kesiapan logistik bagi masyarakat terdampak akibat hujan deras dan angin puting beliung.

“Adapun hasil pantauan kami wilayah yang paling rawan terjadi bencana seperti di tahun-tahun yang sudah berlalu di wilayah utara yang lereng pegunungan rinjani ini menjadi potensi yang paling besar untuk terjadinya longsor termasuk angin puting beliung tetapi tidak menutup kemungkinan juga terjadi di wilayah selatan seperti tahun kemarin di wilayah Batu Nampar,” kata Iwan.

Masih kata Iwan, seluruh wilayah yang ada di kabupaten Lombok Timur ini berpotensi untuk di lalui oleh badai La Nina dan Pihaknya belum bisa memprediksi Desa atau titik-titik yang akan dilalui, Akan tetapi pihak BPBD terus berupaya melakukan mitigasi hampir setiap hari , setiap minggu menindaklanjuti laporan dari masyarakat dan kepala Desa untuk hal-hal yang mungkin saja bisa terjadi seperti longsor dan bencana alam lainnya efek dari badai La Nina tersebut.

Pihaknya berharap di tahun ini tidak ada korban lagi, “Dari jauh-jauh hari kami dari BPBD khusus nya bagian kedaruratan dan logistik menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada ketika terjadi hujan disertai angin yang kencang agar lebih berhati-hati terutama bagi pengendara supaya tidak terjadi korban yang luka ataupun meninggal dunia,” harapnya. (Wenk).

BERITA TERKAIT