oleh

Siaran Pers KPU Lotim, Ini Jumlah Pemilih berkelanjutan tahun 2021

banner 300500

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur mengumumkan Jumlah Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan periode bulan November 2021 yang mengalami peningkatan dari pemilih tetap di tahun 2019 dengan jumlah 937.206, yang terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 451.637 dan pemilih perempuan sebanyak 485.569 yang tersebar pada 21 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- KPU Kabupaten Lombok Timur melakukan kegiatan siaran pers hasil Rapat rekapitulasi data pemilihan berkelanjutan tahun 2021 periode bulan November. Selasa 30/11/2021 berlangsung di ruang media center kantor KPU Kabupaten Lombok Timur .

Siaran Pers dipimpin oleh Ketua KPU Kabupaten Lombok Timur DR. M. Junaidi, dan dihadiri oleh Anggota, Sekretaris, Kasubbag, serta 3 perwakilan Media di Kabupaten Lombok Timur yaitu Corong Rakyat, CNN, dan Suara NTB.

Dijelaskan Junaidi, berdasarkan Berita Acara No : 27/PP.07-BA/5203/KPU-Kab/XI/2021 , Jumlah Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan periode bulan November 2021
mengalami peningkatan dari pemilih tetap di tahun 2021 dengan jumlah 937.206, yang terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 451.637 dan pemilih perempuan sebanyak 485.569 yang tersebar pada 21 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur.

Junaidi menambahkan, rekapitulasi data pemilih berkelanjutan tahun 2021 periode november adalah hasil olah data yang merupakan masukan data diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lombok Timur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Lombok Timur ,Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten lombok Timur dan RSUD Dr. R. Soedjono Selong.

Untuk keakuratan data pemilih, Junaidi menjelaskan KPU Lombok Timur setiap tiga bula melakukan rapat kordinasi berdasarkan surat 36/6 tahun 2021 yang menegaskan bahwa KPU harus melakukan kordinasi dengan instansi terkait.

“Awalnya memang KPU meminta data kepada dukcapil, seiring waktu dirjen kependudukan dan catatan sipil memberikan himbauan kepada semua kadis dukcapil bahwa tidak dapat lagi KPU diberikan data terkait dengan kependudukan karena memang itu sudah arahan dari pusat. Oleh karena itu untuk terus mendapatkan data kami harus tetap melakukan inovasi. seperti bekerjasama sama dengan beberapa instansi seperti Dikbud karena menaungi SMK dan SMA. Dengan kami bekerjasama maka ada data yang kami diberikan yaitu peserta didik yang berumur 17 tahun ke atas . Begitu juga dengan Kementerian Agama dan Dinas Transmigrasi,” Ujarnya.

Selain itu juga keakuratan data pemilih berkelanjutan, Pihak KPU memprosesnya menggunakan aplikasi sistem informasi pendataan pemilih berkelanjutan,”Aplikasi inilah yang kemudian memproses setiap data yang masuk akan tersaring. Jika data yang ganda NIK nya, maka otomatis tidak akan bisa menjadi bagian dari data baru atau dia sudah keluar Lombok Timur dan belum berumur 17 tahun dan seterusnya karena semua itu akan terbaca di aplikasi sistem informasi pendataan pemilih berkelanjutan yang kami gunakan. Aplikasi ini bekerja secara otomasi ini by sistem. jadi bagaimana pun caranya operator akan memanipulasi data tidak bisa karena link sudah satu angka dari dinas terkait,” Imbuhnya.

Adapun terkait data pemilih tetap Pekerja Migran Indonesia (PMI), Junaidi menerangkan, samapi dengan saat ini tidak dikategorikan sebagai penduduk yang keluar dari Lombok Timur karena setelah KPU berkordinasi dengan dinas transmigrasi, PMI bekerja dengan masa kontrak yang jelas,misalkan ada yang bekerja dengan kontrak 2 tahun, PMI tersebut keberangkatan tahun 2020 maka dipastikan tahun 2022 dia kembali.

“Dengan masa kerja 2 tahun itu, kami koordinasikan dengan Dinas dukcapil tidak di kategorikan sebagai pendudukan yang pindah dari wilayah kabupaten Lombok Timur, sehingga tetap apabila ada masyarakat yang berkerja di luar negri namanya dipastikan masih ada sebagai pemilih tetap berkelanjutan di Lombok Timur,” Terangnya.

Junaidi berharap bagi masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih tetap tetapi merasa belum terdaftar sebagai pemilih. Dirinya berharap agar masyarakat dapat menggunakan hak nya untuk datang melapor ke KPU untuk mendaftarkan diri. (Wenk).

BERITA TERKAIT