Komunitas Gerakan Mari Berbagi (GMB) melakukan sosialisasi dan edukasi pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat Desa Korleko sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam upaya penanggulangan pandemi Virus Corona (Covid-19), Sabtu (04/04/2020).
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id.- Jumlah warga NTB yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 semakin hari terus bertambah. Hal itu membuat para pemuda yang terhimpun dalam Komunitas Gerakan Mari Berbagi (GMB) tergerak untuk terlibat aktif dalam upaya memutus rantai penyebaran Virus Corona tersebut. Menggandeng Ikatan Pelajar Korleko Mataram (IPKM), Ikatan Mahasiswa Korleko Jawa (IMKJ) dan Pemuda Korleko, GMB melakukan sosialiasi dan edukasi pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Hairul Hapizin, Koordinator lapangan (Korlap) dalam kegiatan itu mengungkapkan, dengan mewabahnya Virus Corona saat sekarang ini, sudah sepatutnya menjadi tanggungjawab kita bersama untuk tolong menolong dan bahu membahu baik itu pemerintah maupun masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Kami melakukan kegiatan ini sebagai wujud dukungan kalangan muda dan mahasiswa kepada pemerintah untuk mencegah penyebaran Virus Corona ditengah-tengah masyarakat. Kami mengambil inisiatif untuk memberikan sosialisasi dan edukasi secara langsung ke masyarakat tentang pentingnya hidup sehat,” kata Khairul.
Ia menambahkan bahwa pemerintah sudah berupaya maksimal dengan menyemprot disinfektan dan menyiapkan tempat cuci tangan. Oleh sebab itu dalam kegiatan ini ia berinisiatif untuk memberikan proteksi tubuh dengan cara membagikan paket Vitamin-C dan sabun kepada lansia dengan tujuan agar memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan sabun tersebut digunakan untuk kebersihan tubuh dari luar.
“Saya sangat berterimaksih kepada rekan-rekan relawan yang tergabung dalam kegiatan ini, karena tanpa kerjasama kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Dalam kegiatan ini tentunya masih banyak kekurangan. Kami hanya bisa menyiapkan 250 paket bantuan, sedangkan lansia di Desa Korleko yang tercatat dalam pendataan kami kurang lebih 400 an,” pungkasnya. (Cr-19)








