LPSDM Inisiasi Penguatan Ketahanan Ekonomi Perempuan di Lombok Timur

Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) yang bermitra dengan 6 konsorsium yakni Hivos, Cisdi, Institut Kapal Perempuan, PAMFLET, PUPUK dan Sapda melakukan pemberdayaan dan penguatan ekonomi kepada kaum perempuan dan kelompok rentan (marginal) di Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Diterangkan oleh FO Kapal Perempuan wilayah Lombok Timur, Elly Setiani, di Lombok Timur sendiri, pihaknya melakukan intervensi kepada 22 UMKM perempuan yang tersebar 6 desa dan kelurahan pada 3 kecamatan.

Masih kata dia, 22 UMKM pada daerah itu dipilih atas dasar beberapa indikator, sehingga dinyatakan layak untuk diberikan stimulus agar berkembang, maju dan menjadi benteng ketahanan ekonomi, khususnya bagi kaum perempuan.

“Melalui program ACTION, ada 22 UMKM perempuan di Lombok Timur yang kita berikan stimulus, itu tersebar di Kelurahan Selong, Desa Lenek Kalibambang, Desa Lenek Lauk, Desa Denggen Timur, Desa Montong Betok dan Desa Perian,” katanya, Senin (18/04/2022).

Sambung Elly, sebelum memberikan stimulus pihaknya sebelumnya telah melakukan berbagai macam pendampingan dan pelatihan kepada penerima manfaat, dengan menggandeng beberapa mitra. Dikatakan dia, itu dilakukan guna meningkatkan kompetensi dan manajerial penerima stimulus, agar usaha yang dijalankan bertahan dan berkembang

Dia juga menyebut, bagi 22 UMKM itu, pihaknya memberikan intervensi sesuai dengan bidang usaha masing-masing UMKM, baik dari skill hingga pada perangkat (peralatan, fasilitas usaha, red) yang terjamin standarisasinya.

“Bentuk dukungan ada 5 yakni pengolahan makanan, peralatan dagang warung sembako, pelatihan membuat souvenir, seperti tenun dan keranjang buah, kemudian kalau UMKM di bidang agriculture kita melatih mereka budidaya sayur organik, dan yang terakhir kita latih dan berikan mesin jahit bagi pelaku usaha konveksi,” sebutnya.

Lebih jauh Ulfa Kasim selaku Program Manager Institut Kapal Perempuan mengatakan stimulus yang diberikan kepada 22 UMKM selain ditujukan untuk menguatkan ketahanan ekonomi perempuan, juga dimaksudkan untuk menguatkan daya tawar perempuan di tengah budaya patriarki, minimal terhadap suaminya, karena beban ganda pada sektor domestik (urusan rumah tangga, red) yang dipikul oleh perempuan begitu berat.

“Kapal Perempuan bukan hanya pada soal peningkatan penghasilan perempuan, melainkan juga agar tercipta pembagian kerja antara istri dan suami jadi lebih baik. Karena kalau istri kelelahan banyak hal yang berpengaruh, salah satunya kesehatan, misalnya kesehatan reproduksinya terganggu,” ulasnya.

Dari itu, dia berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dan Dinas Koperasi dan UMKM dapat membantu usaha bersama dalam penguatan dan pemberdayaan ekonomi perempuan, salah satunya diharapkan kepada 22 UMKM yang telah mendapat stimulus, agar tetap didampingi agar roda industri rumah tangga yang digerakkan oleh perempuan itu dapat berjalan.

“Kami berharap kolaborasi dan integrasi antar OPD yakni DP3AKB dan Dinas Koperasi dan UMKM terhadap industri rumah tangga ini berkelanjutan, agar isu penguatan ekonomi perempuan bisa jalan, sesuai amanat presiden,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala DP3AKB Lombok Timur, H Ahmat mengaku menyambut baik dan siap merealisasikan gagasan dan rencana strategis dari Kapal Perempuan, tentunya dengan tetap bersinergi dengan OPD dan pihak terkait agar guna penguatan ekonomi perempuan berjalan maksimal.

“Lombok Timur sudah punya 13 desa ramah perempuan dan anak, termasuk desa ini (Lenek Kalibambang, red). Tentu ini adalah spirit bagi kita bersama untuk terus bersinergi dengan semua pihak untuk mewujudkan ketahanan ekonomi perempuan yang maksimal ke depan,” tandasnya. (Pin)