oleh

LPG 3 Kg Langka Karena Kepulangan PMI, Dewan: Kurang Rasional!

banner 300500

Dinas Perdagangan mengakui adanya kelangkaan pasokan gas LPG 3 kg di pasaran. Faktor yang menyebabkan itu diklaim oleh banyaknya kepulangan PMI, serta UMKM yang bergeliat. Ternyata hal itu ditanggapi oleh legislatif, Wakil Ketua DPRD Lombok Timur mendesak OPD terkait harus memastikan pola distribusi yang aman, agar kelangkaan itu berakhir menjelang memasuki bulan Suci Ramadhan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Akhir-akhir ini masyarakat luas, khususnya para ibu rumah tangga dibuat gusar dengan langkanya pasokan gas LPG 3 kg di tingkat agen. Malahan pun jika ada ditemukan kenaikan harga pada pasaran.

Terkait dengan kejadian itu, Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hj. Masnan mengamini jika hal itu benar terjadi, adapun terangnya faktor yang mengakibatkan keadaan itu adalah dampak dari kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), dan bergeliatnya UMKM di tengah masyarakat.

“Kita temui, banyak PMI yang pulang. Begitu balik, mereka pisah dengan keluarganya. Mereka beli tabung gas LPG baru di rumah tangganya masing-masing, kemudian banyak tumbuh UMKM yang membeli tabung baru untuk usahanya,” katanya ringkas.

Masih kata Masnan, setelah dilakukan monitoring di tingkat pasar, pihaknya mengklaim tidak menemukan praktek-praktek culas di tingkat agen ataupun distributor. Hanya saja katanya yang mengakibatkan kelangkaan hanyalah perubahan pola konsumsi masyarakat.

“Kami telusuri, tidak ada penimbunan, penjegalan atau apapun itu,” paparnya.

Lebih jauh, dirinya memastikan jika kuota tabung gas per tahun bagi Lombok Timur dari Pertamina yang jumlahnya 9 juta lebih setiap tahun, tetap didistribusikan setiap bulan. Dari itu diakuinya, pihaknya telah melayangkan surat ke Pertamina agar pasokan distribusi di bulan ini bisa ditambah.

“Kalau gini keadaannya, kita minta didistribusikan lebih. Kita sudah bersurat langsung ke Pertamina, bupati yang paraf langsung,” bebernya.

Terkait pernyataan dari Kepala Dinas Perdagangan itu, Wakil Ketua DPRD Lombok Timur, M. Badran Achsyid menanggapinya, menurutnya alasan kepulangan PMI menjadi faktor langkanya ketersediaan gas LPG 3 kg di pasaran sedikit tidak masuk akal.

“Alasan kepulangan PMI yang mengakibatkan kelangkaan tabung gas LPG tidak rasional, yang menjadi pertanyaannya berapa jumlah kepulangan, dan berapa persentase pengaruh itu terhadap ketersediaan pasokan,” tegas Badran, Selasa (30/03/2021).

Namun alasan lain dari Masnan, tentang bergeliatnya UMKM menjadi faktor kelangkaan diterima oleh Badran, karena diakuinya hal itu juga ditemukannya di tengah masyarakat.

“Kalau alasan tumbuhnya UMKM sehingga LPG langka, masuk akal, karena di tempat saya juga menemukan itu,” ujarnya.

Terlepas dari semua itu, tegas Badran, Pemda Lombok Timur melalui OPD terkait harus secepatnya bersikap, agar kelangkaan itu tidak berlanjut sampai memasuki bulan Suci Ramadhan. Setidaknya harapnya Pemda bisa mengatur pola distribusi, sehingga semua lancar.

“Bisa dikatakan LPG ini sekarang jadi barang pokok bagi rumah tangga. Kalau itu langka ya timbul masalah. Tentu kita harap Pemda melalui OPD terkait segera bertindak, setidaknya memastikan distribusi aman agar tidak ada kelangkaan. Ini kan mau masuk bulan puasa. Harus segera,” pintanya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT