oleh

Beri Klarifikasi, Kapolres Lotim Nyatakan Tidak Ada Penembakan oleh Brimob di Kotaraja

banner 300500

 

Kapolres Lotim berikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyatakan jika personel Brimob lakukan penembakan kepada warga di Kotaraja. Dikatakan dia, hal itu tidak benar, dan media bersangkutan tidak pernah melakukan konfirmasi ke pihaknya atas kasus itu.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kapolres Lombok Timur, AKBP. Herman Suriyono, S.IK memberikan klarifikasi terkait pemberitaan beberapa media online yang menyatakan jika aparat kepolisian (Brimob, red) melakukan tindakan penembakan kepada warga saat peristiwa kericuhan di Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur pada Senin malam (08/11) lalu.

Ditegaskannya, substansi muatan berita yang dipublikasi oleh beberapa media online atas peristiwa itu, tidak seluruhnya benar sesuai fakta yang terjadi. Apalagi sampai ada tindakan penembakan oleh Brimob, hingga kemudian mengakibatkan dua korban masyarakat luka tembak, hal itu tidak benar, dan menyatakan jika media bersangkutan tidak pernah melakukan konfirmasi ke Pihak Polres Lombok Timur.

“Tidak ada penembakan. Korban pun hanya satu. Berdasarkan hasil visum, luka di kepala korban itu bukan luka tembakan, tapi akibat benturan benda tumpul. Itu kesimpulan dokter,” katanya Rabu (10/11/2021).

Masih kata dia, personel yang diterjunkan waktu itu adalah personel dari Polsek Sikur, yang dibantu oleh personel Sabhara Polres Lombok Timur. “Tidak ada Brimob pada kejadian itu. Tapi personel Polsek Sikur dan Sabhara,” sebutnya.

Diceritakan oleh Herman, sebelum peristiwa itu terjadi, personel kepolisian mengawal salah seorang inisial H A untuk meminta maaf kepada TGH M, karena sebelumnya H A terpaksa diamankan oleh pihaknya untuk mengindari amukan massa, atas ulah H A yang diduga memuat konten postingan penghinaan kepada TGH M, di salah satu saluran media sosial, sehingga mengakibatkan massa fanatik dari TGH M marah dan ingin menghakimi H A.

Lanjutnya, setelah H A diamankan di Mapolres Lombok Timur, pada Senin siang (08/11), pihak penyidik menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat dan agama Desa Kotaraja untuk mencari titik tengah dari masalah tersebut. Disaksikan oleh penyidik dan para tokoh masyarakat itu di saat proses mediasi yang difasilitasi kepolisian itu, H A pun dengan sadar dan tanpa paksaan berkeinginan meminta maaf secara langsung kepada TGH M.

“Para tokoh masyarakat dikumpulkan hari Senin siang di Reskrim, untuk dilakukan alternatif dispute resolution (mediasi, red). Agar kasus itu selesai, tidak masuk pelanggaran ITE, dan berposes ke pengadilan,” ujarnya.

Pada malam harinya sambung Herman, H A didampingi oleh penyidik hendak meminta maaf secara langsung, namun nyatanya sesampai di lokasi, situasi memanas dan secara spontan, massa hendak menghakimi H A. Personel pun dengan sigap langsung mengevakuasi H A ke dalam mobil, dan langsung menembakkan gas air mata guna membubarkan massa.

“Kami hanya ingin mengamankan nyawa rakyat saat itu. Karena waktu itu, kita ingin amankan warga yang dikepung dan mau dihakimi oleh massa, maka terpaksa gas air mata ditembakkan untuk mencegah hal yang tak diinginkan,” tuturnya.

Dia pun menyatakan, atas peristiwa itu, saat ini Propam Polres dan Polda tengah melakukan penyelidikan, apakah terdapat kesalahan prosedur atau tidak oleh personel dalam melaksanakan tugas pengamanan tersebut. “Propam Polres dan Polda tengah menyelidiki proses itu, kalau ada kesalahan SOP. Personel itu akan diberikan punishment,” tegasnya.

Dikatakan dia juga, pihaknya pun telah mengunjungi korban di rumah sakit, di mana saat ini, korban telah diberikan perawatan secara intensif oleh dokter, dan saat ini dalam keadaan terus membaik. (Pin)

BERITA TERKAIT