oleh

Bentuk Masyarakat Sigap Bencana, Berikut Langkah Damkar-mat Lotim

banner 300500

Bidang Pencegahan pada Dinas Damkar-mat aktif melakukan kordinasi dengan beberapa instansi, hal itu dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman dan skill dalam menghadap situasi darurat. Diharapakan juga setiap desa membentuk Balakar, guna mendukung Damkar-mat dalam melakukan penanganan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Bidang Pencegahan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar-mat) Lombok Timur, Athar S. AP menyatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan beberapa pihak, guna menumbuhkan kecakapan masyarakat dalam mengahadapi keadaan darurat semisal bencana alam dan non-alam seperti kebakaran.

“Tidak kurang 12 instansi telah kami berikan bimtek seperti di RSUD, beberapa sekolah, kemudian di PLTU, PLTS dan PLN. Hal itu penting karena potensi resiko tinggi, jadi SDM-nya harus tahu melakukan apa saat keadaan darurat,” katanya di kantornya, Selasa (13/07/2021).

Masih kata dia, Bidang Pencegahan pada dinasnya memiliki tupoksi yang luas, tidak sebatas pada mencegah terjadinya kebakaran melainkan juga penyelamatan, dari itu edukasi kepada masyarakat adalah sentuhan terpenting yang harus pihaknya lakukan.

“Setiap orang harus paham dan tahu melakukan apa pada setiap situasinya. Jadi kita harus edukasi itu sedini mungkin,” terangnya dan menyatakan semua pihak harus pro aktif dalam proses edukasi bagi masyarakat itu.

“Minimal setiap kantor harus punya apar, dan setiap rumah harus punya karung goni untuk mencegah kebakaran,” imbuh dia

Lanjut dia lagi, Personel Damkar-mat memiliki waktu kritis maksimal 15 menit untuk mencapai titik kebakaran dan atau bencana (rescue, red), sehingga tentu dibutuhkan kecepatan dan ketepatan dengan keadaan geografis Lotim yang begitu luas. Dari itu, pihaknya mengharapkan setiap desa memiliki Relawan Pemadam Kebakaran (Balakar).

Diterangkan dia lebih jauh, keberadaan Balakar akan sangat mendukung kinerja Damkar-mat, sebab diakuinya keberadaan Balakar akan mampu mengoptimalkan fungsi dari personel dan armada dari Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) yang terletak pada 4 titik saat ini.

“WMK kita seperti di Sambelia, Pringgabaya, Keruak dan Terara akan lebih responsif, karena yang menjadi kendala dan kebutuhan dasar juga adalah akses dan sumber air,” ungkapnya seraya menyatakan jika pihaknya pun akan membuat peta wilayah berdasarkan resiko bencana.

Masih lanjut dia, setelah disosialisasikan, sudah ada desa yang telah membentuk Balakar, seperti Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela dan telah ada respon dari beberapa desa untuk membahas pembentukan Balakar pada Musrembangdes.

“Balakar itu sangat penting, fungsinya vital. Personelnya bisa dari unsur BKD, nanti kami siap untuk bimtek, agar mereka memiliki skill untuk menangani kebakaran dan memberikan penyelamatan,” tandasnya. (Cr-Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *