oleh

Mulai Hari Ini Lotim Terapkan PPKM Darurat Imbangan

banner 300500

Mulai hari ini Lotim menerapkan PPKM Darurat Imbangan, hal itu dilakukan untuk menekan angka mobilitas masyarakat di Lotim.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Lombok Timur mulai Rabu (14/07) memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Imbangan. Dasar pemberlakuan PPKM Darurat Imbangan di Lotim itu didasari oleh Surat Edaran Bupati Lotim No. 060/481/PMD yang merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur NTB No. 180/08/KUM/2021 tentang pemberlakuan PPKM di NTB.

Dalam Surat Edaran Bupati Lotim itu terdapat 15 ketentuan yang harus diterapkan selama pemberlakukan PPKM Darurat Imbangan di Lotim yang dimulai tanggal 14 hingga 20 Juli mendatang.

Ditekankan oleh Sekretaris Daerah Lotim, M. Jauni Taofik terdapat beberapa perbedaan antara PPKM Darurat yang diterapkan di Kota Mataram dengan PPKM Imbangan di 9 kabupaten/kota lainnya di NTB. Salah satu yang mencolok adalah perbedaan akses masyarakat terhadap layanan publik semisal pusat perbelanjaan dan cafe.

“Kalau di Kota Mataram yang diterapkan PPKM Darurat, masyarakat total tidak boleh untuk mengakses fasilitas publik, tapi kalau kita di Lombok Timur kita batasi maksimal 25 persen, dan itu maksimal sampai dengan Pukul 20:00 Wita,” katanya saat konferensi pers, Rabu (14/07/2021).

Masih kata dia, Pemda Lotim akan melakukan penyekatan pada tiga titik pintu masuk ke Lotim, seperti di Jenggik, Sukaraja dan Pelabuhan Kayangan. Nantinya dengan sistem ship, 250 petugas akan melakukan screening, di mana bagi warga luar Lotim baru bisa diperbolehkan masuk apabila menunjukkan kartun vaksinasi dan hasil negatif Swab PCR.

“Intinya PPKM Imbangan ini menekan mobilitas masyarakat, bagi warga luar Lombok Timur yang ingin masuk harus menunjukkan hasil negatif PCR, jika tidak ada kita siapkan juga tenaga medis di posko, kalau tidak mau dilakukan tes, maka tidak boleh masuk ke Lombok Timur,” imbuhnya.

Titik perhatian lain yang menjadi prioritas adalah destinasi wisata, dikatakan dia, bagi masyarakat yang ingin berwisata maka harus memiliki kartu vaksinasi, itu pun diintruksikan kepada pengelola destinasi maksimal pengunjungnya 25 persen.

Dijelaskan juga, selama pemberlakuan PPKM Imbangan, sesuai dengan aturan pusat, aktivitas bagi pelaku esensial dan kritikal tetap diperbolehkan masuk ke Lotim, sebab hal itu merupakan sisi vital bagi masyarakat.

“Untuk yang esensial dan kritikal seperti pengangkut logistik dan bahan konstruksi tetap boleh masuk selama PPKM Imbangan ini. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT