oleh

AMSI-Google News Initiative Gelar Training Literasi

banner 300500

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Google News Initiative dan Cek Fakta menyelenggarakan Training Literasi Berita (News Literacy), Sabtu (18/9). News Literacy ini diperuntukkan bagi publik, mahasiswa, hingga akademisi.

MATARAM, Corongrakyat.co.id- Selain di NTB, training tersebut juga diselenggarakan di 10 wilayah di Indonesia seperti Kalimantan Barat, Aceh, Maluku-Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua-Papua Barat.

Ketua AMSI Wilayah NTB, Fauzan Zakaria Amin menyatakan, pelatihan ini bertujuan memberi pemahaman terkait fakta dalam berita kepada publik. Sebab baginya, AMSI juga berkewajiban memberikan literasi kepada masyarakat, untuk memahami produk jurnalistik dan tidak termakan hoaks. Termasuk di media sosial.

“Banyak masyarakat belum bisa membedakan fakta dan hoaks. Makanya literasi ini sangat penting,” katanya dalam sambutan.

Mewakili AMSI Wilayah NTB, alumni Universitas Al-Azhar Cairo itu pun mengucapkan terimakasih kepada AMSI pusat yang telah menginisiasi kegiatan ini. Termasuk kepada para pendukung seperti Google News Initiative, dan Cek Fakta.

“Semoga kegiatan ini memberikan dampak bagi peningkatan SDM dalam memahami dunia jurnalistik, khususnya di NTB. Kami juga berharap agar masyarakat memiliki referensi berita dari media yang kredibel. Bukan abal-abal, apalagi hanya melalui media sosial,” ajaknya.

Sedangkan salah satu narasumber Literasi Berita AMSI 2021, Supardi Bado menyampaikan pentingnya keterlibatan semua pihak melawan mis-informasi dan dis-informasi. Sehingga dia berharap pelatihan ini dapat membantu masyarakat mengidentifikasi informasi tersebut benar atau tidak berdasarkan fakta .

“Ada banyak cara menguji berita itu hoak atau fakta. Makanya dengan pelatihan ini kami harap publik lebih selektif menerima informasi yang belum tentu kebenarannya,” ujarnya.

Ferry Satrio, narasumber lainnya menambahkan, keberadaan media sosial sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Tentu memiliki efek positif dan negatif.

“Intinya, bijaklah dalam bermedia sosial. Dan jangan telan mentah-mentah informasi yang didapat di dalamnya,” pesan wartawan senior Times Indonesia itu.

Untuk diketahui, AMSI sudah melatih 20 jurnalis dari media anggota sebagai trainer Literasi Berita. Setelah diberikan pelatihan, kemudian menyelenggarakan training bagi masyarakat umum di sejumlah daerah di Indonesia.

Khusus News Literacy di wilayah NTB, diikuti lebih dari 30 peserta. Sedangkan materi yang diterima peserta mencakup dampak media sosial terhadap pemahaman publik pada informasi, mewaspadai efek makna ganda pada efek visual atau foto berita dan lain-lain. Peserta akan menerima 7 materi terkait literasi berita. (*)

BERITA TERKAIT