Buka Festival Lasqi, Bupati Mengaku Bangga dengan Prestasi Lasqi

Bupati Sukiman membuka festival seni dan qasidah Lasqi Lotim. Di acara itu Sukiman mengaku terharu dan bangga dengan prestasi yang diterima oleh Lasqi dibawah binaan Hj Kudsiah Rumaksi.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy membuka acara festival qasidah yang digelar oleh Lembaga Seni dan Qasidah (Lasqi) yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Lombok Timur, Rabu (03/08/2022).

Bupati Sukiman Azmy dalam kesempatan itu mengaku bangga dengan torehan prestasi yang telah diraih oleh Lasqi dibawah binaan Hj Kudsiah Rumaksi selama ini.

“Saya menonton di Sumbawa yang lalu, saya melihat rekaman penampilan anak-anak kita, saya terharu dengan apa yang ditampilkan anak-anak, dan saya sangat bersyukur kita mendpaat juara satu,” kata Bupati Sukiman.

Masih kata dia, prestasi yang telah ditoreh itu harus dipertahankan, harus ditingkatkan dengan melakukan terobosan pembinaan yang mempuni kepada bibit-bibit baru untuk nama baik Lombok Timur di kancah nasional di bidang seni.

“Tidak bisa kita andalkan potensi lama, tapi harus dengan pendatang baru, agar prestasi bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” pesannya.

Lanjut dia, seni dalam Islam adalah mubah, artinya boleh dilakukan selama itu baik bagi masyarakat. Lebih jauh, Lasqi memiliki sejarah panjang dalam siar nilai-nilai keislaman di Indonesia melalui seni, karena seni adalah jembatan untuk membuat hidup lebih bermakna.

“Saya mengutip pernyataan Prof Mukti Ali, beliau mengatakan dengan agama hidup kita menjadi terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan bersama hidup menjadi lebih bermakna. Seni dalam Islam hukumnya mubah, selama itu baik bagi agama, masyarakat dan kehidupan sosial kita,” jelas Sukiman.

Lasqi harus menjadi pelopor dalam menampilkan kesenian yang edukatif dan kaya moral, dan tidak mempertontonkan pertunjukan seni yang amoral, syirik dan maksiat.

“Nilai-nilai Islam harus dipertahankan dalam seni yang ditambahkan Lasqi. Di masyarakat kita banyak kesenian yang mempertontonkan amoralitas dan maksiat, seperti kecimol dengan tarian yang tak senonoh. Itu harus kita perangi bersama, karena merusak moral masyarakat, utamanya generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lasqi Lombok Timur, Hj Kudsiah Rumaksi menyebut festival atau lomba yang digelar ini bertujuan untuk menjaring dan memoles bakat terpendam yang ada di Lombok Timur untuk bisa berprestasi di tingkat nasional.

“Sulis LIDA itu adalah anggota Lasqi, dia kita bina dan bisa mengharumkan nama Lombok Timur di nasional. Itu yang kita jaring di festival ini, untuk menjaring bakat terpendam kita agar bisa berprestasi,” sebutnya.

Masih lanjut dia, di festival ini diikuti oleh 87 peserta dari 20 kecamatan yang ada, dan menyebut antusiasme yang begitu besar itu merupakan gairah yang luar biasa yang harus disambut baik oleh Lasqi kedepannya.

“Anak-anak ini (peserta, red) datang untuk mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten, ini luar biasa dan harus diwujudkan dalam bentuk prestasi,” tandasnya. (Pin)