RSUD Soedjono jalin kerjasama dengan RS PON Jakarta untuk melatih tenaga kesehatan RSUD Soedjono agar lebih optimal dalam menangani pasien penderita stroke.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. Tantowi Jauhari, Sp.B menyambut kunjungan Direktur RS Pusat Otak Nasional (PON) Jakarta, dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC MARS dan Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RS PON, dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S MARS.
Dalam sambutannya dr. Tantowi menyampaikan kunjungan Direktur RS PON adalah bentuk komitmen dalam meningkatkan kerjasama antara RSUD Dr. R. Soedjono Selong dan RS PON.
Pada kesempatan itu, dr. Tantowi juga meminta dukungan pengampuan kepada RSUD Soedjono agar dapat melayani pasien stroke, karena penduduk Lombok Timur terbanyak di NTB, di mana kelas ekonomi masyarakatnya termasuk menengah ke bawah.
“Meskipun pasien memiliki BPJS, kita tidak ingin memberatkan dari segi mobilitas dan lain-lain jikalau nanti ada rujukan keluar, seperti rujukan ke RSUP Provinsi atau RS Sanglah Denpasar,” kata dr. Tantowi Rabu (13/04/2022).
Masih kata dr. Tantowi, hal itu menjadi penekanan dari Bupati Lombok Timur guna mengurangi rujukan-rujukan tersebut, yang tentu pihaknya harus dapat memaksimalkan segala potensi yang ada di RSUD Soedjono.
“Penekanan Bapak Bupati, kita harus melayani masyarakat dengan sebaiknya, dari itu kami tentu berharap diampu oleh Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, agar kami bisa melayani penderita stroke dengan maksimal di sini,” harapnya.
Sementara itu, Dirut RS PON, dr. Mursyid Bustami dalam kesempatan itu menyampaikan penyakit stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sehingga harus menjadi perhatian fasilitas kesehatan, utamanya milik pemerintah untuk dapat ditekan.
“Inilah yang menjadi tugas kita bersama untuk meningkatkan kemampuan tiap rumah sakit dalam menangani penyakit stroke ini, agar semua rumah sakit kualitasnya menjadi baik,” katanya.
Lanjut dr. Marsudi dalam perawatan penyakit stroke tidak hanya berperan hanya dokter spesialis syaraf saja, namun harus didukung oleh dokter penyakit dalam, dokter spesialis jantung serta perawat yang sudah dilatih tentang stroke, radiologi dan lainnya.
Dari itu tegas dia, pihaknya siap untuk membantu RSUD Soedjono dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pasien pengidap stroke dengan mengirim tenaga kesehatannya untuk melakukan pelatihan penanganan stroke kepada Nakes RSUD Soedjono.
Terakhir, acara lalu dilanjutkan dengan melihat kondisi existing RSUD Soedjono dengan meninjau tiap-tiap layanan kesehatan yang menyangkut tentang stroke, seperti Poliklinik Syaraf, Layanan CT-Scan, Ruang ICU, Ruang Intalasi Bedah Sentral, Ruang Fisioterapi, Ruang Syaraf, dan terakhir meninjau gedung Mother & Child sebagai tempat IGD yang baru. (Pin)






