Dikbud dan Himpaudi Lotim gelar Diklat percepatan penurunan stunting bagi guru PAUD. Diharapkan guru PAUD menjadi garda terdepan dalam mencegah dan menurunkan angka stunting di Lotim.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Lombok Timur gelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dasar bagi guru PAUD, yang ditujukan untuk mempercepat penurunan angka stunting (gagal tumbuh, red) bagi anak-anak di Lombok Timur.
Dijelaskan oleh Ketua Himpaudi Lotim, Usman, guru PAUD memiliki peranan besar dalam mencegah dan mempercepat penurunan stunting, sebab usia anak didik PAUD adalah usia emas dalam pencegahan stunting.
Dari itu guru PAUD diharapkan berperan besar dalam mengatasi stunting yang telah digariskan oleh Peraturan Presiden No 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, selain juga instruksi dari Menteri Dikbud dan Ristek RI, agar guru PAUD menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan penurunan angka stunting.
“Guru PAUD selain mendidik, juga mereka mengasuh, nanti setelah Diklat ini, mereka lebih paham dalam penurunan stunting, dan bisa langsung mengedukasi ke wali murid untuk memberi anak-anak kita gizi yang cukup, karena setiap hari guru bersama wali murid,” kata dia Senin (08/02/2022).
Masih kata Usman, dalam Diklat ini pihaknya dan mitra mendatang instruktur yang telah tersertifikasi dengan indikator para instruktur telah mengikuti training of trainer (ToT) dan dinyatakan lulus menjadi fasilitator penanganan stunting oleh lembaga terkait.
“Instruktur dari Dinas Kesehatan 2 orang, Bappeda 1 orang, dari Dikbud 2 orang dan dari Ikatan Guru Taman Kanak- Kanak dan Himpaudi masing-masing 1 orang,” jelasnya.
Disampaikan olehnya juga, setelah kegiatan ini rampung, nantinya lembaga PAUD di setiap desa akan langsung berkerjasama dengan pemerintah desa, UPT Dikbud dan UPT DP3AKB di setiap kecamatan untuk mempercepat penurunan stunting di tingkat desa. Sebab penurunan stunting menjadi salah satu prioritas Pemda Lotim.
“Penurunan stunting adalah prioritas Pemda Lotim. Bupati berkali-kali menekankan itu, nanti lembaga kita akan berkerjasama dengan pihak desa dan akan dipantau oleh UPT di setiap kecamatan,” tegas Usman.
Diketahui Diklat angkatan pertama ini diikuti oleh 164 guru PAUD dari Kecamatan Sakra, Sikur, Sakra Timur dan Terara selama 32 jam, dimana Diklat ini akan dilanjutkan secara estafet sampai dengan keseluruhan guru PAUD di seluruh kecamatan yang ada di Lotim. (Pin)






