oleh

Seorang IRT Tewas Tergantung di Pringgasela

banner 300500

 

Seorang ibu rumah tangga ditemukan tewas tergantung di rumahnya. Diketahui, sebelumnya korban telah beberapa kali mencoba melakukan upaya serupa.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Warga Dusun Lelongkak Desa Pringgasela dihebohkan dengan adanya salah satu warga yang ditemukan gantung diri sekitar Pukul 07:00 Wita (4/10). Korban sendiri adalah seorang ibu rumah tangga dengan inisial M (42) ibu.

Kronologis penemuan korban itu bermula ketika saksi inisial A yang tidak lain anak korban mengantar adiknya ke sekolah sekitar Pukul 06:00. Lantas ia menanyakan keberadaan ibunya (M) dan dijawab tidak tahu oleh adiknya.

Kemudian A keluar dengan membuka pintu sebelah barat dan melihat korban (M) sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali dan kain selendang. Kemudian saksi A masuk dan memeluk tubuh korban (M) sambil berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan saksi, Amaq Sukamin dan Sahanudin kemudian datang membantu saksi, dengan langsung mengangkat tubuh korban. Kemudian Sahanudin memotong kain dan tali yang mengikat leher korban dan membawa tubuh korban kedalam rumah selanjutnya dibawa ke PKM Pringgasela.

Kapolsek Pringgasela IPTU Zainul Majdi saat dikonfirmasi membenarkan perihal adanya seorang warga yang yang ditemukan gantung diri. Mendapat laporan tersebut pihak Polsek Pringgasela langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

Dijelaskan dia, hasil pemeriksaan luar oleh petugas piket Puskesmas Pringgasela bahwa tidak ditemukan bekas kekerasan, baik oleh benda tajam ataupun tumpul pada tubuh korban. Namun hanya ditemukan luka memar di leher korban dan pada saat tiba di puskesmas, korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Berdasarkan keterangan saksi dan masyarakat sekitar korban pernah di bawa ke Rumah Sakit Jiwa sekitar tahun 2017 karena gangguan jiwa. Selain itu Korban M juga pernah berusaha bunuh diri dengan cara minum racun dan memotong urat nadi tangannya.

“Keluarga Korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan melaksanakan otopsi dengan membuat surat pernyataan penolakan otopsi” tandasnya. (Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT