oleh

Tegaskan Diri Tidak Anti Kritik, Rumaksi: Kritik Itu Harus Substansial

banner 300500

Wabup Rumaksi menyatakan secara pribadi dirinya tidak pernah anti kritik, terlebih dirinya selaku pemerintah. Dari itu ia berpesan agar kedepan kritik yang dilontarkan mengedepankan substansi persoalan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi Sjamsuddin, S.H., menegaskan bahwa pemerintah dan dirinya secara pribadi tidak anti terhadap kritik yang disampaikan oleh aktivis mahasiswa.

Hal itu disampaikan saat menghadiri acara pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Lombok Timur, di Pendopo Wakil Bupati.

“Masalah kritik, pengawasan terhadap kinerja Pemerintah, silakan, kita tidak anti,” tegas Wabup Rumaksi, Kamis, (02/09/2021).

Bahkan dirinya mendorong, aktivis mahasiswa menyampaikan kritik-kritik yang lebih substansial dan berkualitas supaya berdampak pada kemaslahatan masyarakat banyak. Pasalnya menurut sosok yang elegan dan komunikatif ini, semakin berkualitas sebuah kritik yang disampaikan maka akan semakin besar dampaknya kepada masyarakat.

Dari itu, tegasnya, kritik yang hendak disampaikan kepada pemerintah, harus dilandasi dengan niat yang tulus dan iklhas, semata-mata untuk meluruskan dan memperbaiki kekeliruan yang barangkali dilakukan oleh Pemerintah. “Niatnya harus untuk memperbaiki bukan merusak,” imbuhnya.

Terhadap para pengurus cabang PMII yang baru dilantik itu, Wakil Bupati berharap supaya mereka bisa menjalin kerjasama dengan pemerintah guna membantu mengatasi persoalan-persoalan yang tengah dihadapi.

Dalam kesempatan tersebut, Rumaksi juga memberi pujian atas tema yang diangkat dalam agenda pelantikan tersebut yakni “Menguatkan Kaderisasi, Menyongsong Revolusi Industri 4.0”.

Lebih jauh, dia optimis dengan SDM yang rata-rata lulusan sarjana, pengurus yang baru dilantik itu akan mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat secara luas dan tidak melupakan jati diri dan kearifan lokal yang mengakar dalam budaya ketimuran.

“Pemuda harus melek teknologi, dari itu aktivis mahasiswa yang merupakan pemuda millenial jangan lupa pada budaya dan kearifan lokal,” tandasnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT