oleh

Swasta Tanam Investasi 4,3 T, Bangun Konsep Kawasan Terintegrasi di Lotim

banner 300500

Pembangunan di Lotim akan semakin bergeliat. Kali ini pihak swasta akan menanamkan nilai investasi hingga 4,3 triliun. Pihak swasta (investor) berkerjasama dengan yayasan lokal, nantinya akan dibangun konsep area terintegrasi antara kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Dipastikan investasi ini akan berandil besar bagi daerah dan tentunya bagi masyarakat.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Gumi Patuh Karya akan semakin semarak dengan geliat investasi, pada beberapa waktu terakhir arus investasi di daerah cukup deras pada beberapa sektor. Terakhir telah diteken Memorandum of Understanding (MoU) antara PT. Nabil Surya Persada dan Yayasan Guli Irana untuk membangun satu konsep kawasan yang terintegrasi antara kesehatan, pendidikan dan ekonomi, bahkan peletakan batu pertama pun telah dilakukan.

Pendiri Yayasan Guli Irana, Mukti Ali menyampaikan PT. Nabil Karya Persada merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia, dibuktikan dengan beberapa investasinya di Pulau Kalimatan dan Sumatera, terlebih sebelumnya PT tersebut telah berkerjasama dengan Pemprov NTB untuk pembangunan jembatan penghubung Pulau Lombok dan Sumbawa, sehingga tidak perlu diragukan.

“PT. Nabil Surya Persada di mana salah satu investor terbesar di Indonesia, di beberapa wilayah di Indonesia ia sudah berinvestasi, seperti di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Di NTB sendiri PT ini sudah mulai berkontrak dengan Gubernur NTB menyangkut pembangunan jembatan penghubung antara Lombok dan Sumbawa, sehingga tidak perlu diragukan,” katanya, Jum’at (22/01/2021).

Dirinya menyampaikan dalam kerjasama yang telah diteken sifatnya murni Busines to Busines (B to B) antara pihak perusahaan dengan yayasan. Tapi tetap prinsipnya akan berkontribusi besar terhadap daerah (Pemda Lotim) dalam proses usahanya.

“Pembangunan rumah sakit ini murni B to B antara yayasan dan pendana. Tapi tetap pasti berkontribusi bagi daerah, CSR-nya nanti untuk pemerintah, bagaimana nantinya untuk mewujudkan Lombok Timur Terang sebagai wujud kontribusi investor,” ucapnya.

Adapun skema kontrak kerja kedua pihak dalam hal ini yaitu yayasan langsung akan menjadi tim dari perusahaan. Artinya yayasan adalah wakil dari perusahaan di NTB dalam proses berjalannya investasi ini mendatang.

Yayasan Guli Irana adalah perwakilan dari PT. Nabil Surya Persada. Jadi timnya dari Guli Rana, sebagai perwakilannya di NTB, sehingga kemarin terjadilah MoU antara kami dengan PT. Nabilal Surya Persada yang menyangkut konsep yang kami tawarkan,” paparnya.

Untuk langkah terkini, akan dilakukan pembangunan rumah sakit berstandar internasional, yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang berstandar internasional pula, selanjutnya akan dibangun fasilitas pendidikan dan ekonomi yang akan menelan total nilai investasi sebesar Rp 4,3 triliun.

“Ada tiga konsep di mana dalam satu area akan terbangun tiga konsep yaitu kesehatan, pendidikan dan ekonomi kerakyatan. Di sana akan terbangun rumah sakit, universitas dan pusat perekonomian rakyat berupa mall. Nilai investasi sejumlah 4,3 triliun,” katanya.

Mega proyek ini sendiri terletak di Desa Montong Ba’an, Kecamatan Sikur, yang akan dilakukan pada luas lahan 4 hingga 10 hektar. Lokasi itu dipilih atas dasar beberapa pertimbangan, utamanya menyangkut jarak tempuh dsn aksesibilitas sarana transportasi massa, terutama untuk menopang operasionalisasi rumah sakit berstandar internasional.

“Sebelumnya kami melakukan kajian dan telaah, pertama kenapa Lombok Timur karena dari segi luas wilayah, kemudian dari segi penduduk sepertiga dari penduduk NTB, kemudian juga merupakan jalur transportasi antar pulau, kemudian dari alur transportasi udara lokasi ini sangat dekat dengan BILZAM, kemudian juga jaraknya dengan Mataram cukup dekat sehingga tenaga ahli lebih cepat,” terangnya.

Lanjutnya, “lokasi ini juga akan cepat diakses oleh ambulance, baik ambulance darat, laut dan nantinya juga akan dilengkapi dengan helikopter, di sana akan dibangun helipad sehingga apabila ada kondisi darurat dapat segera dilakukan evakuasi,” imbuhnya.

Selaku pendiri dari yayasan dan pembina dalam jalannya investasi ini, Mukti Ali berharap kepada semua pihak untuk mendukung proses jalannya investasi, sebab perusahaan itu terangnya sudah berani dan secara terang-terangan mengumumkan prakteknya kepada publik.

“Kami yakin dengan PT Nabil karena pertama dia berani menyampaikan kepada pemerintah dan kedua dia berani menyampaikan kepada publik, sehingga kami yakin investor ini benar. Tim dari gubernur pun sudah melakukan analisis kepada investor ini,” tutupnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT