oleh

Ribuan Massa NWDI Tuntut Mizan Qudsiah Diadili, Rumaksi: Mari Kita Kawal Bersama!

banner 300500

 

Ribuan massa kembali turun jalan mendesak penegak hukum secepatnya untuk memproses Mizan Qudsiah, sebab jika hal itu tak dilakukan akan menimbulkan potensi konflik yang lebih besar.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Aksi demonstrasi mengecam pernyataan Mizan Qudsiah kembali terjadi, kali ini ribuan massa dari NWDI kembali membanjiri Kantor Bupati Lombok Timur dalam aksi damai menuntut aparat penegak hukum (Kepolisian, red) memproses hukum Mizan Qudsiah yang dinilai telah menista makam ulama dan leluhur masyarakat Sasak (Lombok, red) dengan sebutan yang tidak pantas.

Ketua Pemuda NWDI, Syarifuddin menyatakan pihaknya mendesak sesegera mungkin Kepolisian untuk menetapkan status dari Mizan Qudsiah, sebab jika dugaan kasus penistaan ini ditangani berlarut akan berpotensi untuk menimbulkan gejolak yang lebih besar di akar rumput.

“Kalau memang ditangkap, buktikan pada kami fotonya dengan rilis yang resmi. Kami tidak ingin melihat dia (Mizan Qudsiah) mondar-mandir kalau memang dia sudah ditangkap. Kami ingin hidup damai,” katanya, Kamis (06/12/2022).

Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi SJ yang menemui massa menyampaikan apresiasi karena aksi berjalan damai dan tertib, dan menegaskan aspirasi massa ia terima. Wabup Rumaksi juga menegaskan, secara pribadi dirinya sangat memahami apa yang dirasakan oleh masyarakat, terkait ujaran yang dikeluarkan oleh Mizan Qudsiah.

“Kami sangat mengerti apa yang saudara rasakan dan bergejolak pada hati saudara sekalian, dan aspirasi saudara kami terima,” tegasnya.

Masih lanjut Rumaksi, saat ini Mizan Qudsiah telah diamankan oleh pihak Kepolisan, dari itu ia berpesan kepada semua pihak untuk terus mengawal perkembangan kasus itu, dan berharap Mizan Qudsiah diadili sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Orang yang menyinggung perasaan saudara sekalian sudah diamankan.
Tentu proses yang dilakukan oleh pihak kepolisian kita kawal bersama agar sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” tekannya.

Kapolres Lombok Timur, AKBP. Herman Suriyono, S.IK yang hadir pada kesempatan itu menegaskan, bahwa saat ini dugaan kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh Mizan Qudsiah tengah berposes di Polda NTB, dan berharap masyarakat mempercayakan proses hukum yang dijalankan oleh kepolisian.

“Ingin saya tegaskan, bahwa proses hukum terkait dengan ujaran kebencian tengah dijalankan, penyidik saat ini sedang bekerja, jadi percayakan semua kepada hukum,” tegas Herman.

Sambung dia, dalam penanganan kasus ini, pihaknya mempersilakan masyarakat untuk mengawal setiap tahapan proses hukum yang berjalan, bahkan dikatakan dia, pihaknya akan menyampaikan setiap perkembangan kepada kasus itu kepada masyarakat secara terbuka. “Silahkan nanti rekan-rekan ikuti perkembangannya seperti apa, dan kami akan sampaikan hasilnya,” imbuhnya.

Terakhir, ia berpesan kepada masyarakat agar terus menjaga kondusifitas daerah dengan tidak melakukan tindakan anarkisme dan sejenisnya, terlebih dalam waktu dekat Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah even besar berskala internasional yang membutuhkan kerjasama dari semua pihak.

“Saya juga berharap, kepada kita semua untuk menjaga Kamtibmas di Lombok Timur. Apalagi dalam waktu dekat kita menjadi tuan rumah even internasional, jadi perlu kerjasama kita bersama,” pungkasnya.

Sesaat sebelum aksi damai berakhir, perwakilan massa, Wakil Bupati, Kapolres dan unsur pimpinan Forkopimda Lombok Timur lainnya menandatangani pernyataan sikap yang intinya pelaku dugaan ujaran kebencian, secepatnya harus diproses hukum. (Pin)

BERITA TERKAIT