oleh

Ribuan Jemaah TGH Ali Batu Turun Jalan Tuntut Mizan Qudsiah Diadili

banner 300500

 

Ribuan jemaah TGH Ali Batu gelar demonstrasi guna meminta Pemda Lotim dan kepolisian bersikap dan menangkap pelaku dugaan ujaran kebencian atas beberapa makam ulama di Pulau Lombok. Ditegaskan jika hal itu tidak segera disikapi, maka dikhawatirkan akan terjadi kegaduhan yang lebih masif di Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Ribuan massa jema’ah dari Almagfurullah TGH Ali Batu Sakra melakukan aksi demonstrasi, mengecam pernyataan dari Mizan Qudsiah yang diduga telah melecehkan dan menista makam leluhur/ulama masyarakat Sasak Lombok (salah satunya makam TGH Ali Batu, red) dalam video ceramah yang beredar luas dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat beberapa hari terakhir.

Dalam tuntutannya, massa aksi mengecam pernyataan dari Mizan Qudsiah dan meminta aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur dan Polda NTB untuk segera mengusut dan menangkap Mizan Qudsiah agar stabilitas sosial di Lombok Timur tetap terjaga.

“Kami ingin Lombok Timur tetap kondusif, maka dari itu kami meminta Mizan Qudsiah untuk segera itu diproses hukum,” kata kordinator lapangan aksi, Lalu Satriawan.

Masih kata dia, pernyataan dari Mizan Qudsiah terkesan jorok dan intoleran sehingga mengusik rasa kebatinan jema’ah yang begitu menghargai dan menghormati sosok TGH Ali Batu yang telah berkontribusi besar bagi peradaban Islam di Pulau Lombok.

“Ini menyangkut soal rasa, perkataan Mizan sangat kotor, karena TGH Ali Batu adalah pemersatu kami, yang telah berjibaku dalam melawan kezaliman penjajah, sehingga kami semua bisa memeluk agama Islam,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan oleh kordinator aksi lainnya, Lalu Guntur, jika Bupati dan Kepolisian tidak segera menyikapi kegaduhan yang ditimbulkan oleh pernyataan dari Mizan Qudsiah, maka dirinya dengan tegas menyatakan akan melakukan aksi lebih jauh yang mengakibatkan efek jera kepada yang bersangkutan.

“Kita tidak ingin ada fitnah dan penghinaan kepada siapapun. Jika tidak diproses hukum maka kami akan melakukan cara kami sendiri, dan tentu akan menimbulkan efek jera,” sebutnya.

Terkait dengan tuntutan itu, Bupati, Wakil Bupati, Kapolres dan Dandim 1605 Lombok Timur langsung menemui massa aksi. Bupati Sukiman Azmy bahkan menyebut jika ada orang yang menyatakan sesuatu yang tidak pantas kepada sosok TGH Ali Batu dapat dipastikan jika orang tersebut tidak paham sejarah, utamanya terkait dengan kiprah TGH Ali Batu dalam syiar agama Islam di Pulau Lombok.

“Orang yang menyatakan hal tidak pantas kepada Almagfurullah TGH Ali Batu, adalah orang yang tidak paham sejarah. Orang itu tidak pernah membaca sejarah, dari itu kita harus menempatkan sejarah pada tempatnya,” tegas Sukiman.

Lebih lanjut dikatakan dia, pihaknya beserta unsur Forkopimda lainnya menerima aspirasi yang telah disampaikan, dan mengajak kepada semua pihak untuk turut mengawal dan menjaga kondusifitas daerah.

“Kami Bupati dan semua unsur Forkopimda menerima semua aspirasi yang ada, dan mari kita mengawal semua ini tanpa ada arogansi dan anarkisme di daerah yang kita cintai ini,” imbaunya.

Selain itu, Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono, S.IK juga senada dengan apa yang disampaikan oleh Sukiman, ditegaskan dia saat ini pihaknya bersama jajaran Polda NTB tengah bekerja keras dalam mengusut dugaan ujaran kebencian yang menimbulkan protes dari beberapa kalangan, dari itu dirinya mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam mengawal proses penegakan hukum dalam kasus tersebut.

“Kami saat ini tengah bekerja dalam mengusut kasus dugaan ujaran kebencian. Kami juga memohon kepada semua kita untuk taat hukum dan bersinergi dengan semua pihak dalam mengawal proses penegakan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandasnya.

Sesaat sebelum aksi demonstrasi usai, perwakilan massa, Bupati dan Kapolres Lombok Timur menandatangi 4 poin sebagai sikap dan komitmen bersama, yang intinya penanganan dugaan kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh Mizan Qudsiah harus diatensi dan ditangani serius oleh pihak yang berwenang. (Pin)

BERITA TERKAIT