oleh

PA Selong Gelar Itsbat Nikah, Kali Ini di Timbanuh

banner 300500

 

Pengadilan Agama Selong kembali gelar Itsbat Nikah. Hal itu dilakukan guna menertibkan administrasi dan dan menjamin kepastian hukum pasangan yang terikat pernikahan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Pengadilan Agama (PA) Selong Kelas I B menggelar sidang itsbat nikah di Desa Timbanuh Kecamatan Pringgasela Lombok Timur, Jumat (12/11/2021). Tepatnya di Pesanggrahan Timbanuh, yaitu sebuah  bangunan peninggalan masa kolonial yang terletak di puncak bukit dengan panorama alam yang begitu indah.

Majelis Hakim yang bersidang terdiri dari H. Fahrurrozi, S.HI., M.H sebagai Ketua Majelis beserta Dwi Anugerah, S.HI., M.H dan Hapsah, S.HI masing-masing sebagai Hakim Anggota, dan dibantu Agus Rahmatullah, S.HI sebagai Panitera Pengganti.

“Kami bukan tidak mau mencatat pernikahan, tetapi tahun 70-an Kantor Urusan Agama (KUA) belum ada di sini. Adanya di Masbagik. Waktu itu jauh sekali karena belum ada kendaraan seperti sekarang. Adanya kuda, malah seringnya kemana-mana jalan kaki,” kata Haji Ghofur, warga Timbanuh, saat ditanya Majelis Hakim tentang alasan kenapa pernikahannya dulu tidak dicatatkan.

Haji Ghofur dan istrinya menikah pada 7 Desember 1977. Saat ini keduanya telah dikaruniai 4 anak dan 13 cucu. Keduanya mengikuti itsbat nikah supaya pernikahannya mendapat pengakuan yang dibuktikan dengan akta nikah.

Setelah Majelis Hakim mendengar keterangan Haji Ghofur dan istrinya, dan memeriksa alat bukti, Majelis menyimpulkan bahwa keduanya telah dapat membuktikan pernikahannya sesuai dengan syarat dan rukun yang diatur dalam hukum Islam. Oleh karena itu, permohonan keduanya patut dikabulkan.

“Mengabulkan permohonan Pemohon I dan Pemohon II; Menyatakan sah pernikahan Pemohon I dan Pemohon II  yang dilaksanakan pada  tanggal 7 Desember 1977 di Dusun Timbanuh, Desa Timbanuh, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur; Memerintahkan Pemohon I dan Pemohon II untuk mencatatkan pernikahannya ke KUA Kecamatan Pringgasela,” demikian antara lain amar penetapan yang diucapkan Ketua Majelis.

Ekspresi wajah Haji Ghofur dan istrinya terlihat berseri-seri begitu Ketua Majelis menyatakan sah pernikahan keduanya. Maklum, selama 44 tahun keduanya hidup sebagai suami istri tanpa akta nikah. Padahal, menurut Pasal 7 Ayat (1) Kompilasi Hukum Islam, bahwa pernikahan hanya dapat dibuktikan dengan akta nikah yang dibuat oleh Pegawai Pencatat Nikah (PPN).

Sidang itsbat di Desa Timbanuh diikuti 37 pasangan suami istri (pasutri). Rata-rata mereka menikah pada tahun-tahun lama seperti tahun 70-an dan 80-an. Mereka tidak mencatatkan pernikahan karena kesulitan akses menuju KUA.

Menurut Panitera Muda Permohonan PA Selong, Aidi Rosihan, SH., sidang itsbat nikah di Timbanuh merupakan kegiatan ke-12 dalam tahun 2021.

“PA Selong akan terus mengadakan sidang keliling atau sidang di luar gedung pengadilan, khususnya untuk perkara itsbat nikah. Sebagai upaya untuk menertibkan administrasi kependudukan terhadap pasutri yang menikah di bawah tangan (siri, red),” lanjutnya. (Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT