Wabah Virus Corona (Covid-19) berdampak terhadap banyak sektor, salah satunya sektor ekonomi. Corong Rakyat mencoba melakukan pengecekan harga barang pokok dipasaran, Kamis (09/03/2020).
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id– Di tengah wabah Covid-19 yang melanda Kab. Lombok Timur, harga beberapa bahan pokok di pasaran justru merangkak naik. Berdasarkan keterangan dari pedagang yang tidak bersedia diberitakan namanya, kenaikan harga diakibatkan oleh karena mereka mendapatkan kenaikan harga dari suplaier, sehingga mau tidak mau dirinya menaikkan harga jual.
Menindaklanjuti hal tersebut, media ini menghubungi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Lombok Timur, Hj. Masnan. Ketika dikonfirmasi mengenai langkah strategis yang akan dilakukan oleh pihaknya guna menjaga stabilitas harga di tengah wabah Covid-19 dan menjelang bulan suci Ramadhan, dirinya tidak memberikan jawaban secara spesifik.
“Kita satu bahasa dengan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19, silahkan tanyakan ke panitianya, kita sudah serahkan ke sana,” kata Hj. Masnan ringkas.
Menanggapi jawaban serta saran dari Hj. Masnan, media ini melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada sekretaris Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19, sekaligus Sekda Kab. Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik.
“Setelah Tim bertemu Bulog dan para suplaier kebutuhan bahan pokok, menurut anasir dan hitungan kita stok pangan untuk 3 sampai dengan 5 bulan ke depan masih aman di Lombok Timur,” terang Taofik.
Ditanyakan lebih lanjut terhadap terjadinya beberapa kenaikan harga dan kebijakan terdekat guna menjaga stabilitas harga di tengah wabah Covid-19 dan menjelang bulan suci Ramadhan di Lombok Timur, dirinya menjawab diplomatis.
“Sedang dirumuskan, nanti setelah final akan di ekspose, intinya setelah pencegahan dan penangan, langkah berikutnya pemulihan ekonomi dan jaring pengaman sosial,” jawab Taofik.
Untuk lebih detail, media ini melakukan konfirmasi ke pihak Bulog guna memperoleh keterangan komprehensif mengenai ketersediaan stok bahan pokok.
“Kalau pada umumnya setiap tahun, mendekati bulan puasa atau waktu bulan puasa biasanya kami meningkatkan volume operasi pasar dan berpartisipasi pada pasar murah yang dilakukan Disperindag. Hanya tahun ini karena adanya wabah Corona yang tidak memungkinkan adanya kerumunan orang, kami belum merencanakan langkah berikutnya, begitu juga dari kantor Bulog provinsi,” ujar Wawan selaku Kepala Operasional Bulog Lotim ini.
Tetapi meskipun demikian, pihaknya senada dengan apa yang disampaikan oleh Taofik. “Posisi saat ini kami siap 431 ton beras yang cukup memadai hingga 3 bulan ke depan, dan akan terus menyerap gabah petani yang akan segera memasuki musim panen,” pungkasnya. (Cr-Alpin).







