oleh

Kursi Ketua DPC PPP Lotim Bergantung di Tim Formatur, Para Kader Potensial Resah

banner 300500

 

Muscab PPP Lotim telah dilakukan, tim formatur telah terbentuk, nantinya tim formatur itu akan menetapkan Ketua DPC PPP. Diharap tim formatur bakal mampu menetapkan keputusan terbaik untuk menghentikan konflik internal di tubuh DPC PPP Lotim

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lombok Timur berjalan penuh kejutan. Sebelumnya santer beredar informasi jika perebutan kursi nomor satu di DPC PPP Lotim penuh intrik, karena dinilai banyak kalangan, tidak bisa terlepas dari gonjang-ganjing kepengurusan sebelumnya yang penuh dengan konflik antar pengurus.

Salah satu yang menarik adalah proses pembekuan 4 PAC, yang diketahui dilakukan 3 hari menjelang pelaksanaan Muscab. Oleh sumber yang tidak ingin disebut identitas, pembekuan itu dilakukan dengan alasan dapat mengganggu kondusifitas pelaksanaan Muscab. Tetapi alasan itu nyatanya dibantah oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP, sekaligus Plt Ketua DPC PPP Lotim, Idi Muzayyad, dia menyatakan 4 PAC dibekukan karena alasan administratif, sehingga Muscab diikuti 16 PAC dari total sebelumnya 20 PAC.

“4 PAC kita putuskan tidak jadi peserta karena beberapa masalah, PAC Aikmel meninggal, PAC Montong Gading dan Terara Ketua dan Sekretarisnya mengundurkan diri dan PAC Selong, Ketuanya pernah menjadi pengurus partai lai,” kata Muzayyad seusai acara, (02/10/2021).

Masih kata dia, Muscab PPP Lotim ia nilai berjalan lancar, dan telah ditetapkan tim formatur yang akan ditugaskan selanjutnya untuk bermusyawarah dan menetapkan unsur dan struktur kepengurusan DPC PPP Lotim 5 tahun kedepan.

“Sekarang formaturnya sudah terbentuk terdiri dari 4 PAC, 2 DPW dan 1 DPP. Formatur ini diketahui oleh DPW. Nantinya formatur akan musyawarah untuk menentukan struktur ketua dan kepengurusan DPC PPP Lombok Timur. Formatur ini punya waktu 20 hari,” paparnya.

Di tempat yang sama, mantan Ketua DPC PPP Lotim 2016 lalu, Zohri Rahman ditanyakan terkait dengan langkahnya terkait suksesi kepengurusan PPP Lotim berikutnya menjawab diplomatis, karena diakui dia, dirinya tidak masuk dalam jajaran pengurus, tapi hanya berstatus kader biasa. Namun dikatakan olehnya, sebagai kader militan, dirinya siap menerima keputusan tim formatur dan DPP, serta melakukan apapun demi langkah penyelamatan partai.

“Sejauh ini saya tidak tahu bagaimana proses penentuan Ketua DPC, jika nanti tim formatur dan DPP menunjuk dan menetapkan kami sebagai pilihan alternatif, maka secara otomatis saya siap untuk menyelamatkan partai dengan semua konsekuensi-konsekuensi yang ada,” tegas dia.

Lanjut dia, apapun yang menjadi keputusan nanti, semua pihak seyogyanya menerima itu sebagai keputusan terbaik untuk partai, dan tidak menimbulkan friksi yang memperlemah kekuatan partai. “Intinya kita semua harus tunduk dan taat asas terhadap keputusan partai sesuai AD/ART partai. Sekarang sudah terbentuk tim formatur, kita ikuti keputusannya,” ungkapnya.

Bak gayung bersambut, pesan senada juga datang dari Usman, salah satu kader PPP Lotim. Dia berharap tim formatur yang telah terbentuk dan menjadi penentu kepengurusan DPC PPP Lotim untuk arif dalam merumuskan, dan menetapkan keputusan-keputusan. Malahan dia berharap, terdapat opsi alternatif sebagai solusi dalam memilih Ketua DPC PPP Lotim. Sebab dikatakan dia, hal itu penting untuk penyelamatan partai berlambang Ka’bah dari konflik internal yang telah berkepanjangan.

“Saya berharap DPP dan an DPW PPP bijaksana mengambil alternatif dalam memilih dan mengangkat kader lama militan. Figur kuat dan loyal terhadap partai harus dipilih, guna merangkul semua kader dan membenahi kepengurusan untuk membesarkan PPP kedepan,” tegasnya.

Sementara itu, dua tokoh kuat PPP Lotim yaitu H. Pahrurrozi dan Lalu Hatman yang digadang-gadang kubunya bersaing keras di arena Muscab dan diprediksi juga menjadi dua sosok yang berpotensi menjadi opsi pilihan tim formatur untuk dijadikan Ketua DPC PPP Lotim 5 tahun ke depan, dikonfirmasi terkait dengan langkahnya kedepan, sampai berita itu dinaikkan tidak memberikan tanggapan. (Pin)

BERITA TERKAIT