Kota Dompu “Diwarnai” Sampah

Tumpukan sampah disudut Kota Dompu, bau dan jorok
Tumpukan sampah disudut Kota Dompu, bau dan jorok

DOMPU, CR – Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu melalui Dinas Kesehatan (DIkes) Dompu, terus menyuarakan harapan agar masyarakat Dompu menumbuhkan rasa dan sikap menjaga dan mencintai lingkungan yang bersih, namun ternyata harapan itu ibarat sirna ditelan bumi.

Hal tersebut terbukti, saat ini disejumlah lokasi yang ada di wilayah Dompu, tersaji pemandangan tumpukan sampah yang menimbulkan bau busuk dan penyakit. Berdasarkan pantauan langsung wartawan ini, Senin (13/6/2016) melaporkan, lokasi yang dipadati oleh sampah – sampah tersebut antara lain, di lokasi sungai (Sori Sio) tepatnya dibawah jembatan yang menghubungkan Kelurahan Bada dan Bali I Dompu. Dimana dilokasi itu terlihat banyak tumpukan sampah yang berserahkan, hingga menimbulkan bau busuk. Lokasi lainya juga yaitu tak jauh dengan wilayah Puskemas Kota Dompu, tepatnya di belakang Hotel Tursina lingkungan Kota Baru Kelurahan Bada Dompu. Dilokasi itu juga terlihat tumpukan sampah. Padahal di wilayah setempat terpampang tulisan di tembok pendek yang menyampaikan pesan yang berbunyi “ Wujudkan Kota Dompu yang Bersih dan Hijau”.

Dari sekian pemandangan yang menyajikan tumpukan sampah dan bau busuk tersebut, menunjukkan pertanyaan yang berbunyi, “Itu salah siapa dan dosa siapa”. Namun pada kenyataannya mau tidak mau, hal ini harus segera diatasi, sebelum wabah penyakit dan aroma bau busuk mewarnai wilayah Dompu yang dikenal dengan Bumi Nggahi Rawi Pahu.

Bahkan kondisi ini mengundang perhatian dari salah satu pengujung pasar bawah Dompu. Sebut saja Raodah (32) warga kecamatan Dompu. Kepada wartawan ini dia mengaku, prihatin dengan kondisi tumpukan sampah yang berserahkan di lokasi jembatan pasar tersebut.

” Jujur saja, saat saya berada di lokasi pasar ini aroma bau busuk yang berasal dari tumpukan sampah itu terasa menyengat, hingga menembus lubang hidung. Makanya setiap datang kesini saya selalu memakai masker,” ungkapnya saat diwawancarai wartawan ini dilokasi pasar bawah Dompu. Menurut Raodah, kondisi banyaknya tumpukan sampah ini semata – mata tidak boleh menyalahkan pemerintah. Sebab kata dia, yang bersentuhan dengan lingkungan adalah masyarakat sendiri.

” Kalau dalam diri masyarakat ditanamkan jiwa dan sikap menjaga dan mencintai lingkungan yang bersih. Maka hal seperti ini tidak akan pernah terjadi di wilayah Dompu,” katanya. Maka itu lanjut Raodah, dirinya mengajak seluruh masyarakat Dompu khususnya warga yang bersentuhan langsung dengan lokasi lokasi tumpukan sampah tersebut, agar mempunyai kesadaran untuk menjaga dan mencintai lingkungan yang bersih.

” Kalau hal ini dibiarkan, maka akan menimbulkan wabah penyakit. Mari kita bergotong royong membersihkan lokasi – lokasi tersebut,” ajaknya.

Senada dengan pernyataan Kabag Humas Pemda Dompu, Abdul Sahid SH. Pada wartawan CR juga dia menghimbau agar semua pihak terutama masyarakat yang ada di wilayah Dompu, untuk tidak menyalahkan pemerintah terhadap kondisi tumpukan sampah yang ada di sejumlah lokasi yang ada di Dompu.

” Terkait hal itu pemerintah selama ini, tetap bertindak untuk mengatasi persaoalan tersebut. Namun setelah bertindak tumpukan sampah itu masih saja tetap ada. Maka perlu adanya kesadaran masyarakat langsung untuk ikut menjaga dan mencintai lingkungan yang bersih. Bukan malah menyalahkan pemerintah,” ujar Sahid, saat diwawancarai wartawan ini melalui via selulernya (HP) , Senin (13/6/2016). Dasar itu tambah Sahid, dirinya mengajak seluruh masyarakat Dompu, untuk selalu menumbuhkan kesadaran menjaga dan mencintai lingkungan yang bersih. Sebab dalam ajaran agama islam, bahwa menjaga lingkungan agar tetap bersih adalah bagian dari pada iman.

” Mari kita sama – sama untuk tetap menjaga lingkungan. Tanamkan nilai gotong royong untuk segera membersihkan lokasi-lokasi tumpukan sampah. Buanglah sampah pada tempatnya,” ajaknya.(Bang Can)