oleh

Komisi l DPRD NTB Anaktirikan Lombok Timur Dalam Seleksi KPID

banner 300500

Sejumlah elemen masyarakat Peduli Penyiaran di Lombok Timur kembali mendesak DPRD NTB agar memperhatikan keterwakilan wilayah khususnya adanya wakil dari Lombok Timur dalam proses penentuan 7 besar Komisioner KPID NTB terpilih periode mendatang.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Serikat Masyarakat Selatan ( SMS) Kabupaten Lombok Timur bahwa dalam seleksi pemilihan Komisioner KPID NTB Tahun 2021 kemungkinan perwakilan dari Lombok Timur tidak ada terpilih dalam keanggotaan KPID Periode 2021 – 2024.
Menurut Ketua Serikat Masyarakat Selatan ( SMS) Kabupaten Lombok Timur Sayadi bahwa hilangkan perwakilan Lombok Timur di Komisioner KPID lebih disebabkan oleh karna sejak awal bahwa seleksi Calon KPID NTB berbau nepotisme dan cenderung memperhatikan calon Komisioner dari Pulau Sumbawa.

“Seleksi KPID tahun ini adalah paling kotor dalam sejarah pemilihan anggota KPID NTB, karna subyektifitas pimpinan Komisi l DPRD NTB dalam penilaian akibat adanya unsur keluarga dan anak dari pimpinan komisi ikut serta dalam seleksi ini “ tandas aktivis LSM ini.

Dikatakanya bahwa bila, aspek keterwakilan wilayah ini tidak diperhatikan oleh Komisi I DPRD NTB, maka pihaknya akan memperkarakan proses seleksi yang dianggapnya berpotensi melanggar ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami sudah catat sejumlah kejanggalan itu, dan kami serius memperkarakannya bila aspirasi publik ini tidak direspons dengan baik,” tegasnya.

Sayadi lebih jauh menjelaskan ada banyak alasan Kabupaten Lombok Timur harus ada wakil di KPID, pertama, Lombok Timur adalah daerah dengan jumlah penduduk terbanyak dan lembaga penyiaran yang tidak sedikit.

“Setahu saya TV Publik lokal pertama lahir di Lombok Timur,” sebutnya.

Yang kedua, katanya, calon komisioner KPID asal Lombok Timur ada 4 orang dan mereka orang-orang yang teruji kapabilitas dan kompetensinya di bidang penyiaran dan media massa.

Adapun 4 orang tersebut yakni Lalu Saparuddin Direktur Penyiaran LPPL Selaparang TV, Yusron Saudi dan Fathurijal (Ketua dan Anggota KPID periode sekarang. Ada juga Ahmad Effendi yang dikenal sebagai pegiat media online dan penulis buku.

“Mereka itu layak duduk sebagai Komisioner KPID, jangan kalian yang duduk di Komisi mengabaikan daerah kami karna kepentingan keluarga dan anak kalian,“ tegasnya.

Selain itu juga lanjutnya secara politis Lombok Timur merupakan kampung halaman para politisi senior di Udayana, dari para pimpinan DPRD NTB dan Wakil Gubernur asal Lombok Timur.

Semua argumentasi yang disampaikan tersebut semata-mata untuk mengingatkkan Wakil rakyat yang terhormat khususnya Komisi I DPRD NTB untuk tidak menutup mata dan telinga.

“Jangan sampai kecurigaan banyak kalangan bahwa KPID periode mendatang lebih banyak dari wilayah Pulau Sumbawa ini tentu konyol namanya. Jadi aspek keterwakilan wilayah asal Lombok Timur adalah harga mati,” pungkasnya. (*)