oleh

Kegiatan Lancar di Masa Pandemi, BLKI Lotim Bakal Punya Dua Kejuruan Baru

banner 300500

Selama pandemi kegiatan pelatihan di BLKI berjalan normal dengan penerapan Prokes ketat. Master plan dan DED kejuruan baru telah rampung disiapkan, tinggal menunggu eksekusi anggaran dari kementerian.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Balai Latihan Kerja Internasional (BLKI) Lombok Timur, Sabar dalam kesempatan wawancara dengan media ini menuturkan jika proses kegiatan pelatihan dan aktivitas lainnya selama Pandemi Covid-19 berlangsung lancar, dengan catatan berdasar penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat sesuai dengan arahan dari Satgas Covid-19 Lombok Timur.

“Kegiatan kita di sini lancar dan mengacu pada PPKM di Lombok Timur. Saat ini kita terapkan maksimal setiap kegiatan 25 persen dari seharusnya di waktu normal,” katanya, (14/09/2021).

Kendati demikian, dia menyatakan bagi peserta pelatihan tetap mendapat haknya dengan laik, utamanya terkait dengan masa lama pelatihan per bulan yaitu 220 jam, sehingga materi pelatihan dan kompetensi lulusan tidak diragukan. “Kami di BLK standarnya 220 jam dala sebulan,” ujarnya.

Malahan sambung dia, di masa pandemi Covid-19 ini banyak pekerja yang dirumahkan oleh perusahaan, dari itu pihaknya pun membuka pelatihan reskilling (melatih tenaga terampil di bidang lain, red) dan upskiling (meningkatkan kompetensi pekerja di bidangnya, red) sehingga dengan keterampilan baru dan peningkatan kapasitas itu, para pekerja kembali dipekerjakan oleh perusahaan.

“Di samping skilling, di masa pandemi kita juga lakukan reskilling dan upskiling. Itu kita lakukan agar SDM kita bisa bertahan dan diberdayakan,” imbuhnya.

Dikatakannya, saat ini dari semua pelatihan yang telah dilakukan hanya tersisa tiga paket pelatihan yang masih berproses, yaitu pelatihan barista yang akan dipekerjakan di Kuwait yang merupakan warga NTB sejumlah 48 orang, di mana ditarget proses itu akan rampung pada akhir September ini.

“Kita kerjasama dengan Asosiasi Penyalur Tenaga Kerja Migran, 48 orang ini dilatih di sini, di mana perusahaan tempat mereka bekerja bekerjasama dengan BNI untuk pembiayaannya,” paparnya.

Disinggung terkait dengan persiapan pembukaan kejuruan pertanian, dia menyatakan hal itu siap dilaksanakan, sebab perencanaan telah rampung, baik itu master plan ataupun detail engineering design (DED) pada 15 hektar lahan yang telah disiapkan. “Kita sudah siap, tinggal tunggu pembiayaan dari Kemnaker, selain pertanian, kita juga akan bangun kejuruan kelistrikan, kita sudah kerjasama dengan pihak ketiga dari Swiss,” tandasnya. (Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT