Acara klarifikasi pihak Eva Yolanda kepada Gugus Percepatan Penanganan (GPP) covid-19 dipimpin langsung oleh Sekda Lombok Timur mewakili Bupati Lombok Timur.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Hadir dalam acara tersebut Dandim, kapores Lombok Timur, rekan-rekan media Lombok Timur, dan tim relawan Eva, kelurga Eva dan Kades Lando.
Dalam sambutanya Sekertaris Daerah (Sekda) Lombok Timur , H.M. Juaini Taofik, mengatakan sebagai bentuk permintaan maaf dari kelurga, relawan maupun pemerintah Desa, Eva Yolanda tidak boleh keluar rumah, karena orang tanpa gejala status Eva Yolanda ini sama, untuk mengisolasi diri selama empat belas hari kedepan. Setelah 14 haripun karena kita sedang dalam suasana perang melawan covid 19 dan sudah ada peraturan menteri kesehatan tentang pembatasan kerumunan sosial.
“Regulasi kita adalah adanya peraturan menteri kesehatan nomor 9 tahun 2020 tentang pedoman pembatasan sosial bersekala besar dalam rangka percepatan penangan covid-19 ini harus kita pahami dan sosialisaikan sehingga hari ini, kami dari gugus covid-19 mengambil hikmah untuk kegiatan hari ini sebgai sebuah sosialisasi terhadap PMK nomr 9 tahun 2020, tidak ada pengecualian,” Jelas Juaini
Juaini menambahkan, permohonan maaf pihak Eva kepada Tim gugus penangan covid-19 di terima dengan catatan , mewajaibkan kepada sodari Eva Yolanda melakuan isolasi mandiri karena setatus orang tanpa gejala itu wajib melakukan isolasi mandiri dan mudah-mudahan menjadi contoh bagi yang lainnya , kalau Eva Yolanda pulang tanggal 5 april maka nanti di tanggal 19 april baru Eva boleh keluar dari lingkungannya.
Masih kata Sekda, kalaupun sudah melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari, baik ada undangan dari manapun selama Daerah dan negara ini masih dalam situasi darurat covid-19, maka pihak dari Eva Yolanda tidak boleh melayani.
“Kami tidak bisa melarang orang mengundang tetapi kata kuncinya adalah Eva Yolanda tidak boleh menghadiri atau melayani undangan tersebut selama masih darurat covid-19,” Ujarnya.
Sekda juga membebankan pemerintah Desa Lando, untuk membagikan masker kepada masyarakat setempat dan harus mengawasi pemakian masker yang di bagikan kepada masyarakat.
Menanggapai maklumat dari Sekda, ketua relawan Eva Yolanda sangat menerima dan siap mengikuti anjuran tersebut, Saparudin mengatakan dengan tegas, isolasi mandiri ini sudah juga kami bahas, kalau kelurganya sendiri tidak siap untuk mengisolasi Eva, maka dari tim yang akan melakukan isolasi di tempat lain, tapi pihak kelurganya mengatakan siap bahkan keluarganya akan membuat satpan di depan rumahnya untuk melakukan pengawasan.
“Jadi menjawab itu adalah kami wajib untuk melakukan itu, dan masalah tidak menerima undangan saya kira sekarang ini jelas sudah larangan itu keras , kami atas nama relawan dimanapun yang ingin melakukan itu akan menjadi tanggungjawab saya untuk tidak mengizinkan menerima undangan-undangan itu,” Pungkas Saparudin
Lebih Jauh Saparudin mengatakan, siap menerima apa yang Sekda sampaikan dan insyaalllah sekuat mungkin untuk bisa menjalankan dan memenuhinya.
Adapun, Ayah dari Eva Yolanda, Badrun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, dimana di saat anaknya pulang banyak sekali tantangan-tantangan dari masyarakat melihat kondisi sekarang yang sedang dalam musibah virus covid-19.
“Mungkin ini salah satu alasan terjadinya, karena di dalam menghadapi covid-19 ini, ada peraturan bahwa kita tidak boleh berkumpul dan menjaga jarak, namun sempat terjadi saat anak kami pulang dan itu tidak pernah di rencanakan dan terjadi secara spontan,”Tuturnya
Ia menambahkan, mungkin masyarakat terpancing dengan rasa sayang dan cinta kepada Eva yang merupakan duta perwakilan NTB untuk mengnagkat nama Daerah, dalam hal ini, Badrun atas nama keluarga minta maaf yang setingginya kepada semua pihak, bahwa itu semua terjadi tidak terencana. (Cr-09).








