oleh

Dua Dusun Beda Kabupaten Sengketa Tanah Kuburan, Jalan Penghubung Diblokir

banner 300500

Akibat penolakan pemakaman warga Serangin oleh warga Lingkok Bunut, warga Serangin melakukan aksi blokir jalan yang menghubungkan antara dua wilayah yang berbeda kabupaten itu. Mediasi pun telah dilakukan 2 kali oleh dua belah pihak, saat ini aparat dari dua kecamatan masih berjaga di lokasi kejadian.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Warga Dusun Serangin Desa Sukaraja Kecamatan Jerowaru Lombok Timur memblokir jalan menuju Dusun Lingkok Bunut, Desa Lekor Kecamatan Janapria Lombok Tengah. Adapun jalan yang diblokir itu merupakan akses masyarakat lintasan kecamatan dan kabupaten yaitu akses ke Desa Beleka, Lekor, Sepit, Rensing dan desa lainnya yang masuk wilayah Lombok Timur.

Berdasarkan penuturan Irfan warga Serangin yang ada di lokasi kejadian, pemblokiran jalan itu dipicu warga Serangin tidak diberikan izin oleh warga Lingkok Bunut untuk memakamkan warganya. Padahal sebelumnya, kata dia total warga dari 8 kepala keluarga tidak ada penolakan, ditambah lagi sekalipun letak pekuburan itu berada di Lingkok Bunut, tapi nama pekuburan itu tetap Pemakaman Serangi.

“Jumlah warga yang dimakamkan di kuburan Serangi ini tidak banyak hanya 8 kepala keluarga,” ujarnya, Jum’at (30/07/2021).

Lebih lanjut, dia menceritakan kronologi kejadian hingga akhirnya terjadi aksi pemblokiran jalan. Saat itu tutur dia terdapat warga Serangin yang meninggal dan akan dimakamkan. Namun tiba-tiba, warga Dusun Lingkok Bunut meminta agar warga Serangin yang berasal dari Lombok Timur dimakamkan di wilayah Lombok Timur.

Akibat dari peristiwa pelarangan itu, sambung dia, warga Serangin langsung memakamkan warganya di Pemakaman Tundak sebagai pilihan, padahal lokasi itu sangat jauh dari Dusun Serangin.

“Selain ini (Pemakaman Serangi, red) warga Serangin akhirnya memilih Pemakaman Tundak, sehingga harus menggunakan ambulance kalau dibawa kesana, karena jauh,” jelasnya.

Atas tindakan warga Lingkok Bunut ini, kemudian warga Serangin memblokir jalan ini. Hal ini untuk menghindari keributan yang lebih luas, dan menyatakan jika blokir akan dibuka jika telah ada kejelasan. “Kita blokir sampai dengan ada titik terang terkait masalah ini,” cetusnya.

Ditemui di tempat yang sama Kapolsek Janapria IPTU H. Muhdar mengatakan, pemblokiran jalan ini dipicu lantaran warga Serangin tidak diizinkan memakamkan warganya di kuburan Serangi yang berlokasi di wilayah Lingkok Bunut. Atas hal itulah, warga Serangin emosi dan melakukan pemblokiran jalan.

“Sebelum diblokir jalan ini, kita sempat mediasi antara Pemerintah Kecamatan Jerowaru Lombok Timur dengan Pemerintah Kecamatan Janapria, tapi belum ada titik terang,” katanya.

Lanjutnya, mediasi sampai dilakukan dua kali, di mana dalam mediasi itu, warga Serangin meminta agar dibuatkan satu pintu di wilayah selatan, agar warga Serangin lebih mudah. Tetapi warga Lingkok Bunut tidak memberikan izin.

“Dengan adannya pemblokiran ini tentunya membuat warga Lingkok Bunut kesulitan akses, namun atas pemblokiran ini kita menunggu informasi dari Polsek Jerowaru dan pemerintah kecamatan,” ujarnya.

Senada dengan penuturan Kapolsek Janapria, dihubungi terpisah Sekretaris Desa Lekor, Wawan menyatakan persoalan itu telah dimediasi di Kantor Camat Janapria (29/07, red) dengan dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak, di mana dalam mediasi itu disepakati 2 poin penting.

“Pertama kedua belah pihak dari Desa Lekor dan Sukaraja sepakat untuk membentuk panitia pengadaan lahan Pekuburan dengan masa kerja 2 tahun dan kedua untuk sementara pemakaman warga Dusun Serangin berjalan seperti biasa di Pemakaman Serangi,” paparnya.

Lebih jauh, dirinya juga menyampaikan permohonan maaf jika ada kekeliruan yang yang sampaikan oleh perwakilan pihaknya di saat mediasi, sehingga menimbulkan kemarahan warga Serangin hingga berujung dengan aksi pemblokiran jalan. (Cr-Pin)