oleh

Debitur Adu Mulut dengan Staf Sinarmas Lotim

banner 300500

Debitur terlibat adu mulut dengan staf
Sinarmas Lombok Timur. Hal itu terjadi karena finance tidak menerima angsuran debitur yang tertunggak 3 bulan. Tunggakan terjadi dengan alasan kurangnya pendapatan sebagai dampak Covid-19. Sementara Sinarmas mengaku hal itu dilakukan atas dasar fidusia kedua belah pihak.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Seorang debitur atas nama Mustawan terlibat adu mulut dengan staf Sinarmas Lombok Timur. Hal itu terjadi ketika debitur berniat membayar keterlambatan angsuran, tapi nyatanya hal itu tidak bisa dilakukan.

“Mobil saya ditarik, saya mau bayar angsuran 3 bulan tapi tidak boleh, harus bayar semuanya,” kata Mustawan ketika diwawancara media ini di pelataran Sinarmas,” Senin (08/03/2021).

Sambungnya, mobil carry pick-up miliknya itu telah diangsur 10 kali. Hanya 3 bulan yang belum diangsurkan, sehingga langsung dicabut.

Ia mengaku tidak mampu membayar angsuran karena berkurangnya pendapatan sebagai imbas dari Pandemi Covid-19. Dari itu ia meminta kebijaksanaan.

“Mobil itu kami pakai dagang. Kan sekarang zaman Covid, penghasilan kurang, sepi di jalan. Di situlah kami mohon keringanan. Mohon kebijaksanaannya,” harapnya.

Ditanyakan terkait hal itu, Brand Manager Sinarmas Lombok Timur, Arif Budiman mengatakan jika langkah yang dilakukan pihaknya itu berdasarkan perjanjian fidusia yang disepakati dua belah pihak.

“Dalam perjanjian fidusia yang dibuat Sinarmas, ada pasal yang menyebutkan jika terjadi keterlambatan 7 hari akan diberikan surat peringatan pertama, terlambat 14 hari muncul SP kedua dan jika lebih dari 21 hari maka diminta unit untuk dititip,” ucapnya.

Arif juga menyatakan jika debitur tidak bisa membayar angsuran 3 bulan yang belum terbayar, tapi harus melunasi sisa angsuran berdasar fidusia yang telah disepakati, dengan alasan perjanjian awal telah cidera. Sekalipun demikian, ia menilai pihaknya telah memberikan kelonggaran.

“Tapi bukan berarti kami tidak memerikan keringanan, dari Januari, Februari, sampai Maret. Setelah ada case ini yang bersangkutan berinisiatif untuk lakukan penyelesaian,” tuturnya.

Masih kata dia, jika pihaknya tidak pernah merampas, melainkan mengamankan unit agar segera dilakukan upaya penyelesaian, karena katanya barang yang telah dijaminkan secara otomatis milik dari finance.

“Ini tidak dirampas, karena dibawa ke kantor resmi untuk dilakukan penyelesaian. Bersangkutan telah memparaf perjanjiannya, jadinya dia tahu hukumnya,” cetusnya. (Cr-Pin)