Bangun Budaya Manajemen Risiko, UIN Sumut Bersama KAMI Kompeten Indonesia Gelar Sertifikasi Certified Risk Officer

 

BATAM – Sebanyak 31 peserta berhasil dinyatakan Kompeten dalam Pelatihan dan Sertifikasi Uji Kompetensi Pelaksanaan Manajemen Risiko (Certified Risk Officer/CRO) yang diselenggarakan secara hybrid melalui kolaborasi TUK KAMI Kompeten Indonesia, Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSP-PM), dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kegiatan ini merupakan inisiatif Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dan Organisasi dan Tata Laksana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut), Peserta FSH (Fakultas Syariah dan Hukum), FIS (Fakultas Ilmu Sosial), FEBI (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) Perpustakaan, dan Pascasarjana.

Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan dalam bidang manajemen risiko sebagai upaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara bertahap. Seluruh peserta mengikuti pelatihan secara daring melalui Zoom Meeting pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026. Selanjutnya, pada 2 Juli 2026, peserta mengikuti pelatihan tatap muka sekaligus uji kompetensi yang diselenggarakan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Ria.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Hasan Sazali, M.Ag., Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kemampuan mengelola risiko merupakan salah satu kompetensi strategis yang harus dimiliki oleh perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika perubahan, meningkatkan kualitas tata kelola, serta memperkuat akuntabilitas institusi.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan dari para narasumber yang memiliki pengalaman di bidang manajemen risiko. Ida Wayan Putra Ekantara, SSTP., M.H., CIAP., CGRA, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, menyampaikan materi bertajuk “Manajemen Risiko di Perguruan Tinggi: Mengubah Kepatuhan Menjadi Budaya Strategis.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa manajemen risiko tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi harus menjadi budaya kerja yang mampu mendukung peningkatan kinerja organisasi, kualitas pengambilan keputusan, serta keberlanjutan institusi.

Materi berikutnya disampaikan oleh Putri Ayu Erikusuma Wardhani, S.TP., CRP., RTA, yang mengulas implementasi Risk Management secara komprehensif. Materi tersebut mencakup proses identifikasi risiko, analisis, evaluasi, pengendalian, hingga penyusunan strategi mitigasi yang sesuai dengan standar kompetensi nasional.

Selain mengikuti pelatihan, seluruh peserta juga menjalani uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor profesional dari **BNSP** dan LSP Pasar Modal, yaitu Hendi Tarihoran dan Ida Bagus Sutrista Adi. Proses asesmen dilakukan berdasarkan unit-unit kompetensi pada skema Pelaksanaan Manajemen Risiko, sehingga mampu mengukur kompetensi peserta secara objektif sesuai standar nasional.

Keseluruhan rangkaian kegiatan dikoordinasikan oleh KAMI Kompeten Indonesia di bawah kepemimpinan Ivan Suaidi, S.Sos., M.M.Sebagai lembaga pelatihan berbasis kompetensi, KAMI terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui program pelatihan dan sertifikasi profesi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tata kelola organisasi modern.

Hasil asesmen menunjukkan capaian yang membanggakan. Seluruh 31 peserta dinyatakan “Kompeten”dan berhak memperoleh Sertifikat Kompetensi BNSP serta menyandang gelar nonakademik Certified Risk Officer (CRO) sebagai pengakuan atas kompetensi mereka dalam bidang pelaksanaan manajemen risiko.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara UIN Sumatera Utara, KAMI Kompeten Indonesia, LSP Pasar Modal, dan BNSP mampu menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dan kompeten di bidang manajemen risiko. Melalui sertifikasi ini, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan dalam membangun budaya manajemen risiko di lingkungan kerja masing-masing, sehingga mampu mendorong terciptanya tata kelola perguruan tinggi yang lebih baik, adaptif, transparan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. || yazid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *