Pemerintah Daerah Lombok Timur telah menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2023 sebesar Rp2,23 T. Dimana dalam DIPA itu diketahui terfokus pada 4 sektor pembangunan prioritas.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Adapun 4 sektor itu adalah pendidikan, kesehatan, akselerasi kesejahtraan sosial melalui Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan pembangunan infrastruktur prioritas melalui Cipta Karya.
“Terhadap Dana Alokasi Khusus (DAK) tentu sudah pasti sesuai dengan yang sudah final, tahun ini DAK tidak ada untuk bina marga, yang ada itu di sektor pendidikan, kesehatan, dan cipta karya, dan juga ada di BKKBN,” kata Sekretaris Daerah Lombok Timur, HM Juani Taofik, Jumat (29/12/2022).
Masih kata dia, jika mengacu pada DIPA yng dibagi, APBD Lombok Timur saat ini ada pada kisaran Rp2,9 T. Sedangkan DIPA yang merupakan transfer pemerintah pusat kepada daerah, terbagi dalam tiga komponen, yakni DAU, DAK, dan DD.
“Tiga komponen itulah yang nilainya sebesar Rp2,23 T, yang tertuang dalam DIPA 2023,” terang Ofik sapaan karibnya.
Lanjut dia lagi, untuk DAU saat ini sedang dalam proses pemnahasan dengan legislatif. Diakuinya juga hal itu dilakukan mengingat ada perbedaan DAU 2022 dengan DAU 2023 mendatang.
“Apa bedanyan DAU dulu dan sekarang, kalau sekarang ada 325 miliar merupakan DAU yang dipandu oleh pusat dan kita sudah menerima surat dari Mentri Keuangan RI terkait itu,” jelasnya.
Intinya kata dia, DAU 2023 akan terfokus untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan dan pendidikan, termasuk aspirasi DPRD pun saat ini hampir 2/3 di sektor pendidikan dan kesehatan.
Selebihnya juga nanti akan digunakan untuk membayar BPJS masyarakat, hal ini dilakukan untuk meningkatkan Universal Health Coverage (UHC).
“Karena saat ini kita di Lombok Timur berada pada posisi 88 persen kita masih sisa 12 persen yang menjadi PR kedepannya,” sebutnya.
Lebih jauh, Taofik menyinggung terkait pembangunan di Lombok Timur. Kata dia, untuk pembanguan yang tertuang dalam APBD saat ini belum ada, namun yang bersumber dari pihak ke tiga seperti dari Bank Dunia sedang berjalan, dengan anggaran Rp156 M untuk pembangunan air bersih dan pengembangan sektor pariwisata.
“Untuk pembanguan saat ini ada dari Bank Dunia untuk SPAM pantai selatan dan Sembalun yang sekarang sedang proses tender,” ungkapnya. (Pin)


