Puncak arus mudik dan balik di Lombok Timur tahun ini mencatat insiden kecelakaan lalulintas (Lakalantas, red) alami peningkatan hingga 40 persen di banding dengan tahun 2021.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kasat Lantas Polres Lombok Timur AKP Donny Wira Setiawan, S.IK saat ditemui menyatakan peningkatan Lakalantas tahun ini terjadi karena peningkatan aktivitas masyarakat, sebagai imbas dari tidak adanya penyekatan.
“Lakalantas tahun ini meningkat 40 persen, angkanya ada 4 kasus yang sudah pasti, totalnya yang berkaitan denga laporan warga ada 10 kasus,” katanya, Selasa (10/05/2022).
Masih kata dia, kasus Lakalantas itu umumnya terjadi di Kecamatan Terara, Sikur, Aikmel, Pringgabaya, Sembalun dan Jerowaru, di mana sejauh ini tercatat menimbulkan korban jiwa.
“Sejauh ini 2 korban meninggal, 2 masih dirawat,” imbuhnya.
Donny juga menjelaskan, mobilitas masyarakat Lombok Timur selama libur lebaran tahun ini terpantau secara signifikan ke destinasi wisata dan pusat perbelanjaan.
Namun singgung dia, mobilitas masyarakat ini tidak dibarengi dengan kesadaran untuk menaati aturan dan standar keselamatan berlalu-lintas dengan baik, sehingga acapkali menimbulkan resiko fatal saat terjadi Lakalantas.
“Pelanggaran kasat mata alami peningkatan signifikan, seperti tidak menggunakan helm dan bonceng tiga,” jelasnya.
Dari itu diakui dia, tingginya mobilitas dan pelanggaran lalulintas tahun ini akan menjadi bahan evaluasi pihaknya, sehingga pihaknya akan melakukan sosialisasi massif untuk menurunkan angka pelanggaran dan Lakalantas di musim mudik tahun depan.
“Sosialisasi akan kita massifkan lagi, dan tentunya sinergi dengan semua pihak, utamanya tokoh masyarakat akan ditingkatkan agar pesannya sampai kepada masyarakat,” tekannya. (Pin)



