MAN 1 Lotim Buktikan Prestasi dengan Kerja Keras, Partisipasi dan Konsistensi

Prestasi Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Lombok Timur (Lotim) dalam beberapa tahun ini bisa dikatakan konsisten. Hal itu dibuktikan dengan capaian-capaian siswanya dalam beberapa ajang kejuaraan akademik dan non-akademik baik di tingkat lokal dan nasional. Hal itu terjadi tidak lain karena pola manajemen yang mengedepankan kerja keras, partisipasi dan konsistensi baik dalam hal teknis dan alokasi anggaran.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Sekolah (Kasek) MAN 1 Lotim, M. Nurul Wathoni ketika dimintai tanggapannya terkait langkah-langkah yang telah dilakukan sehingga mendapatkan raihan positif di lembaganya yang tercermin dalam beberapa raihan prestasi siswa di beberapa ajang baik di bidang akademik dan non-akademik dijelaskan rinci oleh pihaknya, terutama terkait dengan kegiatan ekstrakurikuler (non-akademik) selama ini.

“Pertama kami berkewajiban untuk memfasilitasi minat dan bakat siswa dan cara kita untuk itu dengan menyiapkan ekstrakurikuler dan kita di sini memiliki 38 ekstrakurikuler, yang dulu awalnya 21 dan itu terus kita tambah selanjutnya,” katanya, Selasa (20/10/2020).

Dari ke 38 ekstrakurikuler yang ada itu pihaknya melakukan maksimalisasi secara optimal. Baik secara teknis dan anggaran.

Secara teknis, Wathoni mengatakan pihaknya telah menyiapkan pembina dan pelatih yang kompeten di bidang tersebut.

“Dari ke 38 ekstrakurikuler itu kami siapkan pembina dan pelatih masing-masing. Pembina untuk mengkoordinir kegiatan, pelatih untuk melatih,” ujarnya.

“Alumni juga kami berdayakan sebagai pembina, dan itu berpengaruh terhadap motivasi siswa di sini. Kita gunakan dari luar ternyata tidak efektif, kita sudah coba satu semester,” imbuhnya.

Untuk menopang kegiatan 38 ekstrakurikuler itu, dirinya memastikan jika ditopang juga oleh alokasi anggaran yang memadai. Bahkan di MAN 1 Lotim paparnya dialokasikan 15 persen dari total keseluruhan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang mencapai 1 M per tahun.

“Untuk mendukung semua ekstrakurikuler itu kita siapkan anggaran 15 persen dari dana BOS kita yang jumlahnya 1 M setiap tahun. Kita punya tim untuk itu, ada tim yang mengawal anggaran, itu tim teknisnya yang menyiapkan kegiatan,” cetusnya.

Ditanyakan pola yang dipraktekkan untuk mengatur waktu kegiatan belajar mengajar yang cukup padat sehingga kegiatan ekstrakurikuler berjalan maksimal dan menghasilkan raihan prestasi, Ia menerangkan ringkas.

“Kegiatan ekstra kita lakukan sore hari. Kita berikan jadwal, kita tempelkan jadwal, sebelum itu kita berikan jadwal itu ke orang tua wali. Dan kita terapkan di sini siswa diwajibkan mengikuti minimal 2 ekstrakurikuler,” tegasnya.

Hal itu diambil pihaknya, karena secara kelembagaan sudah menjadi prinsip bersama jika ekstrakurikuler (non-akademik) sangat penting, karena sisi akademik saja tidak cukup untuk mendukung siswa di massa yang akan datang.

“Kita berprinsip di sini kalau anak-anak ini siswa kita tidak cukup bermodal akademik untuk menghadapi tantangan masa depan, dari itu kita siapkan kegiatan ekstra yang akan menopang mereka di massa depan,” ulasnya.

Lanjutnya, dalam jangka dekat MAN 1 Lotim akan mengikuti lomba musikalisasi puisi, dan saat ini siswa yang akan mengikuti lomba itu tengah melakukan persiapan maksimal

“Sebenarnya jika tidak ada Covid ini banyak sekali ajang lomba yang sudah terschdule, tapi saat ini siswa di sini lagi persiapan untuk lomba musikalisasi puisi,” katanya.

Setelah persiapan teknis dan anggaran dimantapkan secara prosedural. Langkah berikutnya yang diambil pihaknya terang Wathoni adalah melakukan monitoring detail, baik dari persiapan awal, pada saat lomba dan evaluasi setelahnya.

“Setiap lomba yang akan diikuti itu kita persiapkan detail, setiap ada lomba, kita punya catatan, setiap minggu saya cek, mana hasilnya, kapan kegiatannya dan kebutuhannya apa dan hasilnya itu kita share ke grup, baik grup guru dan siswa. Sehingga semua tau semuanya, sehingga pembina dan siswa tidak bisa macam-macam, semua transparan di situ,” ujarnya.

Sambungnya, dalam setiap kegiatan siswa dilibatkan secara partisipatif “Pelibatan siswa sejak awal, sehingga tidak ada yang bisa tidak disiplin baik guru, pembina, pelatih dan siswa,” ucapnya.

Atas capaian saat ini, dirinya berharap agar terus bertahan, baik selama Ia menjabat atau nantinya jika dirinya sudah tidak lagi menjadi Kasek MAN 1 Lotim.

“Saya berharap apa yang dicapai sekarang menjadi pemikiran dan tetap terjaga oleh yang akan datang. Jadi apa yang kami berikan sekarang, jangan sampai terhenti.
Dengan potensi yang terbatas, ketika kita mau berbuat sungguh-sungguh pasti hasilnya bagus. Dan saya harap itu menjadi beban bersama untuk melanjutkan, karena nanti akan menjadi penilaian publik jika tidak berlanjut dan konsisten” tutupnya. (Cr-Pin)