25 orang tanda tangan perjanjian pembiayaan yg disaksikan oleh ketua HKTI yang juga Wakil Bupati Lombok Timur, Direktur Bank NTB Syariah H. Kukuh Raharjo, kepala Bank NTB Syariah Cabang Selong Pahlawan , Lalu Syamaul Hadi, dan OPD terkait.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Acara akad pembiayaan tunas sejahtera ib amanah program budidaya bawang putih sembalun ini berlangsung di Pendopo II Wakil Bupati Lombok Timur, Kamis (05/03/2020).
Dalam sambutannya, Direktur Bank NTB Syariah H. Kukuh Raharjo menyampaikan bahwa program ini bukan bantuan, sebab kalau beberbicara bantuan berbeda dengan pembiayaan.
Tunas iB amanah prinsipnya bisa dimanfaatkan untuk sektor apa saja, seperti perikanan, perternakan dan pertanian.
“Ini adalah pembiayaan komersial biasa yang tujuannya adalah untuk membantu petani sembalun dalam pengembangan budidaya bawang putih,” Ujarnya
H. Kukuh juga menambahkan bahwa pihaknya sudah menilai bahwa kalau berbicara resiko, insya Allah sudah diukur tingkat risikonya, tentu masyarakat juga akan berpikir seperti itu karena setiap usaha pasti punya risiko.
Lebih jauh Kukuh mengatakan, kalau pihaknya positif dalam menyalurkan pembiayaan ini bekerjasama dengan DPP HKTI NTB, sehingga dalam pelaksanaannya bisa dimonitor apakah proses ini bisa berjalan dengan lancar.
Masih kata Kukuh, NTB punya banyak komoditas unggulan dan itulah yang bisa diangkat supaya daerah bisa tumbuh dan kalau Bank Daerah ini tidak mempunyai konsen yang sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan daerahnya maka ini adalah merupakan satu ironi.
“Oleh karenanya, kami tidak mau sebagai Bank Daerah tidak turut serta dalam pembangunan Daerah, itulah sebabnya kami masuk dengan program-program Tunas iB Amanah yang tujuannya menyasar sektor-sektor unggulan yang ada di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPP HKTI NTB H. Rumaksi, SJ, S.H. yang juga wakil Bupati Lombok Timur menyambut baik kerjasama ini.
Dia menuturkan ini sebagai bentuk implemtasi dari kerjasama HKTI NTB dengan Bank NTB Syariah dalam memperjuangkan nasib para petani karena fungsi dari HKTI ini sebagai jembatan, dan inilah wujudnya implementasinya kepada masyarakat.
“Ini sebagi jembatan akses keuangan dan sebgainya supaya para petani tidak terlibat dengan rentenir dan sebagainya dan supaya tidak ada ketergantunagan,” Tuturnya
Diharapkannya pula, pemerintah bisa mengokpasi offteker untuk mengambil hasil dari para petani ini. Kalau mau melihat petani sejahtera, maka pemerintah harus membuat opteker.
Adapu terkait pengawalan, kedepan DPP HKTI NTB akan menunjuk korporasi untuk melakukan opukasi terhadap hasil panen para petani ini sehingga hasil para petani nantinya yang akan dibuat menjadi bibit bawang putih yang akan dikawal oleh BPPT.
“Penanaman kali ini betul-betul akan dikawal baik itu oleh BPPT, BPSB, PPL dan tenaga ahli dari HKTI yang akan kami terjunkan untuk mengawal sehingga bibit bawang putih semablun lebih berkualitas,” tambahnya
Dengan demikian Ketua HKTI NTB berharap, betul-betul nanti bibit yang diadakan oleh pemerintah itu bibit yang sudah ada label dan sertifikasi dan terjamain keunggulannya. (CR-09)






