oleh

AMSI Korda Lotim Ancam Polisikan Oknum Pol-PP Penganiaya Wartawan

banner 300500

AMSI Korda Lombok Timur mengutuk aksi premanisme oknum Pol-PP kepada wartawan saat hendak lakukan peliputan di Kantor Bupati. AMSI juga mengultimatum agar Sekda selaku pembina ASN memberi sanksi tegas kepada pelaku dan Kasat Pol-PP. Jika hal itu tidak dilakukan maka AMSI akan menempuh jalur hukum.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) NTB Kordinator Daerah (Korda) Lombok Timur, Kamaruzzaman menyatakan sikap atas tindakan kekerasan dan aksi premanisme oleh oknum Satpol-PP Lombok Timur kepada salah seorang wartawan saat hendak melakukan peliputan di Kantor Bupati.

Ditegaskan Kamaruzzaman, AMSI mengecam dan mengutuk tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum Pol-PP kepada salah seorang wartawan. Menurutnya oknum itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. “AMSI sangat menyayangkan sikap arogansi oknum anggota Pol-PP itu,” katanya di Kantor Media Corong Group, Kamis (29/04/2021).

Masih kata dia, sepatutnya tindakan arogansi semacam itu tidak mesti terjadi. Apabila oknum itu menahan diri dan mengedepankan komunikasi yang baik. “Kalau dilihat dari peristiwanya, seharusnya perisitiwa itu tidak akan terjadi jika diselesaikan dengan cara santun,” ucapnya.

Selaku Korda AMSI Lombok Timur, dirinya menegaskan agar kepala daerah dalam hal ini Sekretaris Daerah Lombok Timur selaku pembina Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memanggil oknum dan Kepala Satuan Pol-PP Lombok Timur.

“Kami harap Sekda tegas, selaku bos ASN dia harus panggil oknum dan Kasat Pol-PP,” bebernya seraya menyebut jika Kasat Pol-PP harus diberi sanksi administrasi karena tidak bisa membina personelnya.

Masih lanjutnya, apabila Sekda tidak melakukan itu, dikhawatirkan akan terjadi preseden buruk bagi ASN dan birokrasi Lombok Timur.

Dikatakan Kamaruzzaman juga, Korda AMSI Lombok Timur akan menempuh proses hukum, sebagai wujud solidaritas. Terlebih katanya wartawan dijamin oleh Undang-undang Pokok Pers No. 40 tahun 1999 dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

“Kami akan memproses hukum oknum itu jika tidak diberikan sanksi tegas oleh Sekda. Itu kami lakukan sebagai wujud solidaritas kami,” tegasnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT