Target harapan penurunan stunting secara nasional sampai dengan tahun 2024 adalah 14%. Oleh karena itu pemerintah Lombok Timur berkomitmen untuk dapat memenuhi target penurunan stunting nasional melalui intervensi gizi yang terpadu dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id –Dalam upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur menggelar Orentasi komunikasi antar pribadi (KAP) bagi petugas kesehatan (promosi kesehatan, gizi dan bidan) di kabupaten Lombok Timur yang menghadirkan narasumber dari direktur direktorat promkes dan pemberdayaan masyarakat kementrian kesehatan RI, dinas kesehatan provinsi NTB dan Kepala bidang (Kabid) Kemas dikes kabupaten Lombok Timur.
Dalam sambutannya, kepala dikes melalui kabid kesehatan masyarakat Dr. Shofiyati Jamila menerangkan, stunting merupakan masalah global yang dihadapi banyak Negara. Persoalan stunting tidak hanya sebatas pemberian asupan gizi yang tidak sesuai, namun disebabkan juga karena masyarakat belum berprilaku hidup bersih dan sehat, pola asuh yang kurang tepat dan temapat tinggal yang kurang bersih. Data WHO menujukkan bahwa pada tahun 2016 sekitar 155 juta anak di dunia mengalami stunting.
“Di indoesia sendiri data riset kesehatan dasar (Riskesda) menteri kesehatan RI tahun 2018 prevalensi balita yang mengalami stunting sebesar 30,8% atau lebih tinggi dibantingkan rata rata dunia,” Ujarnya.
Shofiyati menambahkan selama kurun waktu tahun 2018 sampai dengan saat ini focus kebijakan dinas kesehatan kabupaten Lombok Timur diarahkan pada upaya upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi masyarakat, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, penyehatan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan diharapakan mampu menekan angka kematian ibu dan bayi, menurunkan angka kesakitan menular dan tidak menular, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.
Berdasarkan bulan timbang agustus 2018 (profil kesehatan tahun 2018) jumlah anak yang mengalami stunting di kabupaten Lombok Timur sebanyak 24.137 atau 19,37% dari jumlah anak diukur 124.609. hasil riset riskesda 2018, balita stunting di kabupaten Lombok Timur sebanyak 43,52% lebih tinggi dari rata rata provinsi (33.49). Kondisi anak stunting di kabupaten Lombok Timur mengalami peningkatan dari hasil penimbangan bulan agustus 2020 dari jumlah anak sebanyak 127.129 yang mengalami stunting sebanyak 22.397. Ditetapkan Tahun 2018, ada 10 Desa lokus stunting, tahun 2020 lukus stunting di 20 Desa dan di haun 2012 lokus stunting di tetapkan 30 Desa.
“Adapun target harapan penurunan secara nasional sampai dengan tahun 2024 adalah 14%. Oleh karena itu pemerintah Lombok Timur berkomitmen untuk dapat memenuhi target penurunan stunting nasional melalui intervensi gizi yang terpadu dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor,” Tungkasnya.
Lebih jauh Shofiyati mengatakan, pencegahan stunting memerlukan intervensi gizi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitive. Pengalaman global menunjukkan bahwa penyelenggaraan intervensi yang terpadu untuk menyasar kelompok prioritas di lokasi prioritas merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi dan tumbuh kembang anak, serta dapat menekan bahkan mencegah terjadinya stunting.
“Oleh karena itu , saat ini dinas kesehatan kabupaten Lombok Timur melalui seksi promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat akan melaksanakan orientasi KAP bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan dan puskesmas kabupaten Lombok Timur,” Imbuhnya.
Sementara itu Kepala seksi promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dikes Lombok Timur Hj. Dian Susilawati, S.ST, M. Keb menuturkan, kegiatan Orentasi komunikasi antar pribadi (KAP) bagi petugas kesehatan (promosi kesehatan, gizi dan bidan) di kabupaten Lombok Timur di laksanakan selama 4 hari dari hari senin 30/11 sampai hari kamis 03/12/2020. Yang berlangsung di Aula KUD Utama Depan Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.
“Peserta pertemuan sebanyak 30 orang setiap angkatan yang terdiri dari petugas promosi kesehatan, bidan dan gizi di dinas kesehatan dan puskesmas se-kabupaten Lombok Timur,” Tutur Hj. Dian. 01/11.
Masih kata Hj. Dian, Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petugas dinas kesehatan dan puskesmas di kabupaten Lombok Timur tentang komunikasi Antar Pribadi (KAP) dalam upaya penurunan stunting. Selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan , wawasan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam berkomunkasi antar pribadi selaku penyelenggara yang akan mengajak masyarakat untuk merubah prilaku ke arah yang lebih baik yaitu prilaku hidup sehat dan bersih.
Hj. Dian berharap dengan adanya kegiatan ini jumlah nakes yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam KAP bertambah banyak bisa mencapai 80% nakes di Lombok Timur, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan pendekatan dengan KAP dari nakes dalam percepatan penurunan stunting. Karena itu diharapkan dana dari pemangku kebijakan.
“Selain orientasi KAP bagi nakes akan dilakukan orientasi bagi kader yang juga sebagai pelaksana dalam pendekatan ke masyarakat dengan menggunakan KAP untuk mempercepat penurunan stunting,” Tutupnya. (Cr-wenk).

