Subagio : Pemkab Lotim Tetap Optimis Bisa Lakukan Penambangan
Sosialisasi tambang pasir besi di Kelurahan Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Sabtu (06/09/2014) berlangsung ricuh.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Bertempat di kantor Lurah Ijobalit, acara sosialisasi tersebut dihadiri perwakilan PT AMG NTB, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur dan ratusan masyarakat lingkar tambang.
Awalnya, sosialisasi berlangsung tenang namun pada saat perwakilan PT AMG akan memaparkan proses penambangan pasir besi, situasi tiba-tiba memanas dan kericuhan pun mulai terjadi.
Dalam pertemua itu, seluruh stake holder terlihat hadir, baik dari aparat keamanan kepolisian, Pemda dan pihak PT AMG selaku perusahaan yang akan melakukan eksploitasi terhadap wilayah pesisir pantai Ijo Balit.
Namun demikian, seluruh stake holder yang hadir saat itu tidak mampu berbuat banyak karena penolakan yang dilakukan oleh masyarakat setempat dinilai cukup tegas dan sangat beralasan, sehingga seluruh tamu undangan dibubarkan setelah melihat adanya penolakan dari masyarakat tersebut.
Selain itu, masyarakat setempat juga tetap akan menolak rencana pemerintah daerah kabupaten Lombok Timur untuk memberikan wewenang kepada perusahaan PT AMG dengan tujuan agar dapat melakukan penambangan pasir besi diwilayah tersebut.
Menurut masyarakat sekitar, jika pemerintah mengijinkan PT AMG beroprasi kembali maka dikhawtirkan akan ada insiden yang lebih buruk lagi. Karena masyarakat dalam hal ini tetap tidak akan merespon dengan baik akan keberadaan PT AMG pada wilayah tersebut.
Suryadi misalkan, salah seorang warga Ijobalit itu menegaskan bahwa warga tetap tidak sepakat jika PT AMG akan melakukan eksploitasi pasir lagi, karena masyarakat tidak ingin lingkungannya mendapatkan dampak buruk dikemudian hari.
Namun demikian, ditempat terpisah Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Timur, Subagio di ruang kerjanya, Sabtu (13/09) menegaskan bahwa pihaknya tetap optimis dapat melakukan penambangan pasrir besi oleh PT AMG.
“Kami tetap optimis dapat melakukan penambangan dan insya Allah lambat laun masyarakat akan menerimanya,” ujar Subagia.
Lebih jauh lelaki yang murah senyum itu menandaskan, bahwa pada dasarnya Gumi Patuh Karya memiliki potensi kekayaan alam yang sangat luar biasa, dan persoalannya kini adalah potensi itu mau diapakan, apakah mau dimanfaatkan atau tidak?
“Oleh karenanya, kami atas nama pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan terus melakukan sosialisasi terkait penambangan pasir besi itu,” tambah Kaban.
Sebab, lanjutnya pula, jika masyarakat sudah mengetahui baik dampak positif maupun negatifnya maka saya rasa masyarakat akan menerimanya.
Ketika ditanya terkait potensi konflik masyarakat yang timbul atas eksploitasi penambangan pasir besi, dengan tegas Subagio mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk mengurangi konflik di lokasi penambangan pasir besi. (cr-lia)

