oleh

Sambut Lebaran, Lapas llB Selong Usulkan 205 Napi Dapat Remisi

banner 300500

Kepala Lapas llB Selong usulkan 205 Napi untuk mendapatkan remisi khusus. Diterangkan, seluruh Napi yang telah diusulkan pemotongan masa tahanan itu telah dibina dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapat remisi.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) llB Selong, Purniawal, M.H, menuturkan menjelang Hari Raya Idul Fitri (lebaran, red) tahun ini pihaknya telah mengusulkan 205 Narapidana (Napi) ke Menteri Hukum dan HAM RI untuk mendapatkan remisi khusus hari besar keagamaan.

“Kami usulkan 205, tapi kami belum tau berapa yang akan diterima,” katanya di ruang kerjanya, Sabtu (08/05/2021).

Dari total keseluruhan Napi yang diusulkan mendapat remisi itu, dikatakan dia, paling banyak dari kasus Pidana Umum (Pidum), yakni 146 orang. “Paling banyak Pidum sebanyak 146,” jelasnya.

Sementara untuk Pidana Khusus (Pidsus) khususnya kasus narkotika dan korupsi, jumlah Napi Narkoba yang diusulkan mendapat remisi 56 orang, dan untuk Napi korupsi yang berjumlah 6 orang belum diusulkan.

“Untuk Napi kasus korupsi kita belum usulkan,” paparnya sembari menyebut terdapat 1 Napi yang diusulkan mendapatkan remisi khusus seluruhnya (RK ll, bebas, red).

Lebih jauh diterangkan Purniawal, syarat diberikannya remisi adalah Napi yang minimal dikenakan pidana 6 bulan, telah mengikuti pembinaan dengan predikat baik dan berprilaku baik. “Substantifnya meraka harus menjalani 6 bulan masa tahanan,” papar dia.

Masih kata dia, pemberian remisi adalah bentuk penghargaan negara kepada para Napi yang telah berperilaku baik selama di lingkungan Pemasyarakatan, di samping hal itu juga sebagai salah satu strategi untuk mengurangi over kapasitas.

“Itu juga strategi untuk mengatasi over kapasitas,” bebernya sembari menyebut jumlah keseluruhan Napi dan tahanan di Lapas llB Selong saat ini berjumlah 308 orang, padahal idealnya sesuai dengan kapasitas dan daya tampungnya maksimal 139 orang.

Dilanjutkan dia, kendati demikian saat ini sekalipun terjadi over kapasitas, proses pembinaan Napi di lingkungan Lapas llB Selong sendiri diakuinya berjalan baik, karena dikedepankan paradigma baru.

“Pembinaan tidak terganggu, karena paradigma kita pemasyarakatan, pengayoman bukan pemenjaraan,” sebutnya, dan berharap paradigma masyarakat juga berubah, agar tidak melakukan tindakan pengucilan kepada warga binaan yang telah bebas dari masa hukuman.

“Kami harap tidak dilakukan pengucilan, karena selama di Lapas mereka dibina penuh, baik dari sisi rohani, skill dan tentu mereka (eks Napi, red) menjadi pribadi lebih baik,” tutupnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT