MATARAM—Pembacokan dan pengeroyokan yang terjadi waktu pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Uin Mataram menjadi pristiwa ironis,yang terjadi di Kampus oleh sejumlah mahasiswa terhadap kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan sejumlah mahasiswa yang lain di hari terakhir PBAK.
Kampus yang seharusnya menjadi wadah intelektual dan dialektika,berubah menjadi penampungan para preman yang membawa senjata tajam (sajam) di dalam area kampus. Atas insiden tersebut puluhan mahasiswa mengalami luka bacok dan lebam
Kampus UIN Mataram sudah tidak aman lagi bagi mahasiswa, melihat puluhan oknum Membawa senjata tajam ke lingkungan kampus merupakan persoalan serius, terlebih ketika aktivitas mahasiswa sedang berlangsung. Kampus merupakan ruang pendidikan yang seharusnya memberikan rasa aman bagi seluruh civitas akademika. Karena itu, kampus harus mengambil sikap dengan sesuai ketentuan aturan yang berlaku.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi pemuda dan Kemahasiswaan,Muhammad Farhan,mengecam terjadi pembacokan di kampus Uin Mataram yang mengakibatkan puluhan mahasiswa mengalami luka l dan lebam akibat pengeroyokan yang terjadi.
Paska keributan,Kami sudah mendapingi korban dan melaporkan ke polres atas pristiwa yang terjadi. Karna korban Kurang lebih 10 orang yang terluka. paling parah robek di bagian kepala,ada yang terkena tusuk di tangan dan kaki,ada juga tusukan di perut dan luka lebam akibat pengeroyokan.
Atas kejadian tersebut, Ketua bidang PTKP,Farhan, mendesak Rektor UIN Mataram untuk mengambil langkah tegas dan terbuka dalam menangani persoalan ini. Selain itu, kami mendesak untuk memperketat sistem keamanan di seluruh area universitas, terutama pada kegiatan yang melibatkan banyak mahasiswa. Pemeriksaan terhadap benda-benda berbahaya, pengawasan terhadap akses keluar-masuk kampus, serta kesiapan petugas keamanan perlu menjadi perhatian serius.
Hingga sampai saat ini REKTOR Uin Mataram belum memberikan peryataan atas insiden yang terjadi

