oleh

Pasca Pra Rekontruksi, Diduga MN Tembak Mati KT Dari Luar Gerbang

banner 300500

 

Tim penyidik Satreskrim Polres Lotim telah lakukan pra rekonstruksi TKP kasus penembakan Briptu KT. Hasil pra rekonstruksi itu nantinya akan dipadukan dengan keterangan dari tersangka dan saksi, untuk menemukan motif penembakan yang dilakukan Bripka MN.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Penyidik Satreskrim Polres Lombok Timur menggelar pra rekonstruksi kasus penembakan kasus penembakan yang menewaskan anggota Sub Bagian Humas Polres Lombok Timur Briptu KT dengan menghadirkan langsung tersangka oknum anggota Polri Bripka NM.

Proses pra rekonstruksi digelar secara tertutup oleh tim penyidik, dari itu awak media dilarang mengambil gambar kegiatan tersebut. Dari pantauan media ini dalam jalannya pra rekonstruksi itu, tergambar kronologis kejadian saat pelaku menembak korban.

Saat itu sekitar Pukul 11.00 Wita pelaku datang ke rumah korban membawa senjata api laras panjang jenis SS-V2, dengan menggunakan sepeda motor dinas.

Sebelum kejadian penembakan pelaku mengucapkan salam, kemudian korban keluar menjawab salam dan ingin membukakan pintu gerbang. Saat korban ingin membukakan gembok pintu gerbang, pelaku melepaskan tembakan dari luar pintu gerbang rumah korban, dengan jarak kurang lebih satu meter, yang langsung menembus papan pintu gerbang serta tubuh korban.

Setelah pelaku melepaskan tembakan pertama, korban berupaya menyelamatkan diri dengan berlari, namun pelaku kembali melepaskan tembakan kedua yang juga langsung menembus tubuh korban.

Meskipun mendapatkan tembakan kedua, korban sempat berhasil berlari arah dalam rumahnya, namun akhirnya korban KT menghembuskan nafas terakhirnya dengan kondisi bersimbah darah. “Sebab kematian karena tertembak peluru di bagian dada,” jelas Kapolres Lombok Timur AKBP. Herman Suryono, S.IK, Selasa (26/10/21).

Berdasarkan pemantauan awak media ini di TKP, terlihat jelas lubang peluru menembus papan gerbang rumah korban, dan titik ditemukannya dua selongsong peluru tajam kaliber 7,62 mm SS-V2, kira-kira berjarak 7 Meter (titik ditemukan selongsong pertama, red) dan 10 Meter untuk titik ditemukannya selongsong kedua dari pintu gerbang rumah korban.

Diketahui, kasus penembakan tersebut baru diketahui sekitar 4 jam setelah kejadian, oleh rekan korban di Humas Polres Lotim yang datang menyusul korban, karena tidak kembali ke kantor untuk bekerja.

Kasus tersebut, saat ini masih dalam proses penyidikan serta pengumpulan bahan dan keterangan dari tersangka dan para saksi, guna mengungkap motif pelaku melakukan tindakannya itu. (Pin)