Negara Sedang Berduka, GEMA NUSA Kecam Rencana Aksi Warga Pati di Gedung DPR RI

JAKARTA – Gerakan Anak Muda Nusantara (GEMA NUSA) mengecam rencana aksi demonstrasi yang akan digelar kelompok masyarakat asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus mendatang. Aksi tersebut dikaitkan dengan tuntutan agar pemerintah dan DPR segera mengesahkan Undang-Undang (UU) Perampasan Aset.

Ketua Umum GEMA NUSA, Hendrawan Saputra, menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak substansi maupun urgensi pembahasan UU Perampasan Aset. Namun, menurutnya, pengerahan massa dalam skala besar ke ibu kota dinilai kurang tepat di tengah kondisi nasional yang sedang menghadapi berbagai musibah.

“Kami mengecam keras rencana aksi tersebut. Bukan karena kami menolak substansi hukum, melainkan karena momentumnya sangat tidak tepat. Negara kita saat ini sedang berduka dan mengalami musibah besar. Saudara-saudara kita di NTT sedang berjuang menghadapi rentetan gempa bumi, sementara wilayah Sumatra juga menghadapi bencana kebakaran,” ujar Hendrawan.

Hendrawan yang juga menjabat sebagai Koordinator Presidium Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Lombok Timur mengatakan, perhatian seluruh elemen bangsa semestinya diarahkan pada upaya kemanusiaan, penyaluran bantuan, serta pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.

Menurutnya, dalam situasi seperti sekarang, solidaritas terhadap korban bencana harus menjadi prioritas bersama. Energi masyarakat, khususnya generasi muda, dinilai lebih bermanfaat apabila diarahkan untuk membantu saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi kesulitan.

“Sebagai bagian dari aktivis dan masyarakat yang peduli terhadap daerah, kami melihat solidaritas kemanusiaan harus diletakkan di atas panggung politik praktis saat ini. Seluruh energi kepemudaan dan kemasyarakatan sebaiknya diarahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tegasnya.

GEMA NUSA juga menilai agenda pengesahan UU Perampasan Aset memang memiliki posisi penting dalam upaya memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia. Aspirasi tersebut, kata Hendrawan, tetap dapat disampaikan melalui mekanisme konstitusional dan ruang-ruang dialog tanpa harus melakukan pengerahan massa besar-besaran yang berpotensi meningkatkan ketegangan keamanan.

“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Tetapi pada saat yang sama, kami mengajak semua pihak untuk mempertimbangkan kondisi bangsa saat ini. Jangan sampai energi yang seharusnya digunakan untuk solidaritas kemanusiaan justru terserap dalam mobilisasi aksi di tengah bencana,” katanya.

GEMA NUSA mengimbau perwakilan masyarakat Pati dan seluruh koordinator aksi untuk menahan diri serta mempertimbangkan kembali rencana unjuk rasa pada 27 Agustus mendatang.

Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan seluruh elemen bangsa untuk mengutamakan aksi kemanusiaan dengan membantu masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur dan wilayah Sumatra.

“Indonesia sedang membutuhkan solidaritas, bukan pertentangan. Mari kita kedepankan kemanusiaan dan bersama-sama membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” pungkas Hendrawan.(CR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *