
KLU, Corong Rakyat– Salah satu Program Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) yakni pelayanan adminitrasi dengan mengeluarkan akta kelahiran pada bayi yang baru saja dilahirkan, hal ini telah direalisasikan mulai senin kemarin pada masa pemerintahannya.
Bupati menyerahkan akta kelahiran secara langsung kepada bayi atas nama Indri Maheswari Kharinnisa, Ananda Kalifa Asri Putrid, Angelina Maga Pundarika, Hami Sultan dan Kaherul Azami. Bertempat di RSUD Tanjung (29/2) kemarin, Bupati KLU Najmul Akyar bersama Wakil Bupati KLU, Sarifudin menyerahkan akta kelahiran secara simbolis dengan didampingi Direktur RSUD Tanjung dr. Bahrudin, Kadis Kesehatan dr. Benny nugroho, serta Kadis Dukcapil KLU Hj, Marniati.
‘’Ini sebagai bentuk komitmen kita untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, akta kelahiran selama ini juga menjadi keluhan masyarakat KLU,” pungkas Bupati KLU H. Najmul Akhyar usai memberikan secara simbolis akta kelahiran kepada masyarakat di RSUD Tanjung.
‘’Tidak ada yang sulit jika kita serius dalam menerapkan program ini, saya harap kedepan ibu yang telah melahirkan dimana pun bisa menerima akta kelahiran selama 24 jam. Dengan begitu, ia akan senang ketika pulang anaknya sudah mendapati akta,” tambahnya.
Dalam kunjungannya, Bupati dan Wakil bupati KLU juga memasuki setiap ruangan yang ada untuk melihat kondisi pasien dan juga kondisi rill pemberian layanan, dengan harapan masyarakat tidak mengalami perbedaan perlakuan pelayanan dari pihak RSUD setempat tanpa alasan apapun.
Di salah satu ruang perawatan, ditemui ibu melahirkan dan diketahui pasien tidak memiliki kartu BPJS, namun dalam kondisi demikian pihak RSUD tetap memberikan pelayanan prima, hal ini tentunya sebagai follow up dari program pemberian Kartu BPJS bagi keluarga yang masih sehat.
‘’Pasien atas nama Ibu Ernawati yang berasal dari lokok Reban Bayan ini, meskipun belum memiliki kartu harus tetap diberikan pelayanan yang prima. Kasus seperti inilah yang harus diselesaikan, sebab suaminya sedang bekerja di Bali dan saat ini ibu ernawati sedang melahirkan dan tidak memiliki kartu,” terangnya.
Ditambahkannya, ia berharap meskipun masyarakat tidak memiliki kartu BPJS, pihak RSUD tidak memandang sebelah mata untuk memberikan pelayanan, dimana ia berharap harus tetap di berikan pelayanan yang baik. Sebab kedepannya tidak akan ada yang tidak terlayani lantaran tidak memiliki kartu BPJS. Karena saat ini KLU sendiri telah mengalokasikan dana talangan bansoskes untuk biaya berobat keluarga yang tidak mampu.
Lebih lanjut, Najmul mengatakan kedepannya akan terus membenahi bidang kesehatan, salah satunya dengan memperkuat mitra bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pasalnya Selama ini masyarakat seringkali mengeluhkan BPJS Kesehatan karena tidak bisa dimanfaatkan saat dibutuhkan.(adi).

