oleh

Menaker RI: BLK Harus Mampu Jamin Kompetensi Tenaga Kerja, Warga NTB Tidak Boleh Jadi Penonton!

banner 300500

Menaker RI berharap BLK Lotim dapat berkontribusi besar dalam mengentaskan persoalan ketenagakerjaan di NTB. Dari itu ia berharap BLK Lotim bertransformasi untuk menjamin kompetensi tenaga kerja, agar masyarakat NTB tidak menjadi penonton di tengah geliat industri dan akselerasi ekonomi yang berpusat di NTB kedepan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Republik Indonesia, Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Kejuruan Pariwisata dan Peresmian Workshop di Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timur (Lotim). Hadir pula dalam acara itu, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker RI, Staf Ahli Menko Maritim dan Investasi, Gubernur NTB, Bupati Lotim dan unsur Forkopimda NTB dan Lotim.

Dalam sambutannya, Ida Fauziah menyatakan keberadaan BLK Lotim harus mampu menjawab masalah-masalah mendasar di bidang ketenagakerjaan, dari itu BLK Lotim harus bisa bertransformasi menjadi lokomotif utama dalam memberikan solusi dari persoalan yang ada.

“Keberadaan BLK ini harus mampu menjawab persoalan-persoalan tenaga kerja, jadi itu hal utamanya yang harus dilakukan,” katanya, Sabtu (20/02/2021).

Sambungnya, keberadaan BLK Lotim juga harus mampu memberi kontribusi bagi daerah, utamanya dalam menjamin kompetensi angkatan dan tenaga kerja khususnya di NTB, agar jangan sampai penduduk usia kerja menjadi penonton di daerah sendiri.

“Seperti keberadaan KEK Mandalika, masyarakat kita di NTB harus menjadi tuan di rumahnya sendiri, jangan sampai menjadi penonton. BLK punya tanggung jawab untuk menjawab itu,” ucapnya.

Dari itu tegas Fauziyah, dibutuhkan sinergi dan kerjasama semua pihak, baik pemerintah pusat dan daerah, sebab terangnya tidak akan mungkin BLK yang merupakan ujung tombak pemerintah pusat dalam menjamin kualitas tenaga kerja di daerah, bisa berhasil optimal, tanpa ada keterlibatan aktif dari pemerintah daerah.

Khusus untuk soal Pekerja Migran Indonesia (PMI), NTB, khususnya Lotim, terangnya BLK dan Pemda harus mampu menjamin kualitas dan kompetensi Calon PMI, bahkan tegasnya, jika dua hal itu tidak bisa dijamin, maka harus ada kebijakan tegas yang tidak memperbolehkan seseorang untuk menjadi PMI.

“kita mulai adakan workshop CPMI. Lombok merupakan salah satu penyumbang PMI terbesar di Indonesia. Tidak boleh ada PMI yang tidak memiliki kompetensi. Jika tidak memiliki kompetensi tidak boleh jadi PMI, dan itu tanggungjawab bersama,” tegasnya.

Setali tiga uang dengan Fauziyah, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menyatakan, pihaknya berharap kerjasama antara pihaknya selaku pimpinan daerah dengan Kemenaker RI terus berjalan baik, utamanya dalam menggerakkan BLK sebagai media untuk memecah masalah ketenagakerjaan di NTB.

“Saya berharap kepada Kepala BLK untuk tetap menjaga sinergi untuk kemajuan kita bersama di NTB ini, tentu kolaborasi dan kerjasama baik dengan Kemenaker juga harus kita jaga,” ucapnya.

Zulkieflimansyah juga berharap, masyarakat NTB yang akan menjadi tuan rumah even-even skala nasional dan internasional kedepan, bisa mendapat nilai tambah dan tidak menjadi penonton di tengah geliat akselerasi nasional di bidang ekonomi, dari itu ia sangat mendukung keberadaan BLK Lotim.

“NTB akan menjadi tamu dari even-even besar, salah satunya pagelaran MotoGP. Tentu pelatihan ini penting agar masyarakat kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” harapnya.

Dalam acara itu, dirangkaikan juga dengan pengukuhan Forum Komunikasi Lembaga Latihan Kerja dan Industri Daerah yang diharapkan dapat menjadi akselerator dalam penanganan persoalan ketenagakerjaan di daerah. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT