oleh

Melalui Sidang Paripurna, Bupati Jabarkan Program 100 Hari Kerja

banner 300500

PRAYA, LOMBOK TENGAH – Dewan Perwakilan RakyatDaerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian pidato Bupati Loteng hasil pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Sidang dipimpin Ketua DPRD Loteng, M. Tauhid, S.IP didampingi Wakil Ketua dan dihadiri Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri, S.IP, Wakil Bupati Loteng, DR. HM. Nursiah, S.Sos. M.Si, anggota DPRD serta unsur Forkopimda. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang sidang utama DPRD, Senin (01/03).
Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri menyampaikan, saat ini proses Pilkada dan kompetisi telah berakhir. Dimana, jika semua masyarakat Loteng merupakan pemenangnya. Sehingga, pihaknya mengajak semua lapisan masyarakat dan seluruh element pemerintah bergandengan tangan, saling bahu-membahu dan bersatu membangun Loteng menjadi
kabupaten yang lebih baik kedepan.
Ia juga mengajak rekan-rekan dewan untuk menjalin kemitraan yang selama ini telah terbangun dengan baik dan harmonis. “Kita akan bangun kolaborasi dengan seluruh element pemerintahan, Forkopimda, organisasi dan masyarakat Loteng. Sesungguhnya, proses pembangunan lima tahun sebelumnya merupakan proses pembangunan di mana kami berdua ada di dalamnya. Jadi saat ini adalah kesempatan kami untuk melanjutkan proses pembangunan itu,” katanya.
Dikatakannya, saat ini pemerintah sedang dihadapkan dengan sejumlah tantangan yang harus dilalui. Seperti persiapan perhelatan MotoGP 2021 yang tahapan pembangunan masih dalam proses. Selain itu, tantangan besar lainnya ialah persoalan pandemi Covid-19. Sehingga pemerintah harus melakukan refocusing anggaran untuk penanganan dan penanggulangan penularan Covid-19 tersebut. Untuk itu, pihaknya berharap dukungan penuh segenap anggota DPRD agar refocusing tersebut dapat berjalan dengan mudah. “Tantangan lain yang harus kami benahi ialah penataan birokrasi, agar birokrasi kita dari waktu ke waktu menjadi lebih baik. Kami akan terus berupaya untuk membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan juga pihak swasta,” terangnya.
Oleh sebab itu, dalam rangka membangun daerah, pihaknya mengusung visi untuk mewujudkan Loteng Bersatu Jaya (Beriman, Sejahtera, Bermutu, Maju dan Berbudaya). Dimana, visi tersebut merupakan kelanjutan dari visi pemerintahan sebelumnya. Visi itu sendiri merupakan sebuah cita-cita yang digali dari nilai-nilai hidup dan kehidupan masyarakat Loteng. “Visi kami tidak hanya sebatas ilusi. Kami akan berupaya untuk mengejawantahkan visi ini dalam misi merawat ahlaqul karimah dalam kehidupan bermasyarakat, mencapai Sumber Daya Manusia (SDM) cerdas, mandiri dan unggul, pelayanan umum pemerintahan yang mudah, cepat dan bersih, pembangunan ekonomi yang berkeseimbangan dan berkelanjutan didukung infrastruktur berkualitas serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya luhur,” jelasnya.
Menurutnya, sebagai langkah awal untuk mewujudkan komitmen politik dalam membangun daerah, ia telah merumuskan program 100 hari kerja. Diaman, dalam 100 hari kerja pertama, pihaknya memiliki setidaknya 4 target yang ingin dicapai, seperti tajuk pembangunan Loteng, citra personal kepala daerah, citra kelembagaan pemerintah Loteng dan relasi antar kepala daerah dan masyarakat di akar rumput (jejaring). “Untuk mencapai target ini, terdapat rancangan 8 cluster teknis yang dapat digunakan untuk mempertahankan marwah Loteng dalam 100 hari kerja. Kedepalan rancangan itu terdiri dari program utama dan program penunjang,” ujarnya.
Secara singkat, lanjutnya, dalam 100 hari kerja tersebut, ada hal-hal urgen yang ingin dicapai, seperti persiapan rumah sakit tipe B, perbaikan pola pelayanan RSUD yang ramah, senyum, sapa, dan melayani. Kemudian digitalisasi peningkatan kualitas pelayanan publik di RSUD, Puskesmas, Dukcapil, Pariwisata dan Perizinan yang akan diwujudkan dalam bentuk aplikasi, audit kinerja PDAM dan RSUD, penambahan loket pelayanan adminduk di 12 kecamatan, RSUD, 5 Puskesmas blud, Pasar Renteng dan Pasar Jelojok, penataan kelayakan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir di Kota Praya, ASN akan dilakukan assessment, evaluasi dan jobfit.
Selanjutnya optimalisasi disiplin dan pakaian kerja, asuransi petani, launching kampung horti, kartu MaiqMeres sehat yakni memberikan asuransi kesehatan bagi tokoh agama, fasilitasi usulan pembukaan jalan baru, fasilitasi ijin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) gratis, penyusunan roadmap mutu pendidikan, launching perapet sile, pemakaian jas kembang komak dalam acara seremonial bagi bupati, wakil bupati, eselon II dan III serta kepala desa sebagai upaya mendukung industri lokal. “Kita juga akan galakkan Jum’at sehat dan bersih, penyelesaian 15 desa persiapan menjadi desa definitif dan akan melakukan proses 15 desa persiapan baru,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Loteng, M. Tauhid berharap agar visi, misi, ide dan gagasan pemerintahan tersebut segera dirumuskan dalam RPJMD yang nantinya akan ditetapkan dengan peraturan daerah. Dimana, hal itu akan disetujui bersama dengan dewan. RPJMD tersebut, akan menjadi kamus besar dan panduan arah pembangunan Loteng lima tahun kedepan.
Kemudian terhadap berbagai tantangan yang akan dihadapi, terutama bencana non alam pandemi Covid-19, turut menjadi tantangan bersama dalam upaya percepatan pembangunan Loteng kedepan. Untuk itu, pihaknya mengajak segenap warga Loteng agar senantiasa menaati Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 sebagai bentuk ikhtiar bersama agar pandemi ini segera berakhir. “DPRD Loteng juga mengajak dan berharap kepada bupati dan wakil bupati beserta seluruh jajarannya untuk bersamasama bersinergi membangun daerah ini untuk bisa lebih maju dan kreatif sesuai harapan masyarakat,” pungkasnya. [ist]