oleh

Mahasiswa Adu Mulut dengan Mensos Risma, Ini Tuntutannya!

banner 300500

Kunker Mensos Risma di Lombok Timur diwarnai insiden. Pasalnya gabungan kelompok mahasiswa dan LSM luput dari pengawasan protokol keamanan, hingga merangsek masuk, dan terlibat adu mulut dengan Risma.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kunjungan Kerja, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani diwarnai dengan insiden. Setiba pada salah satu hotel di Desa Tetebatu Selatan, Kecamatan Sikur, Mensos Risma langsung dihadang oleh kelompok mahasiswa dan LSM. Kelompok tersebut langsung merangsek dan menerobos protokol keamanan, dan langsung meneriakkan sejumlah tuntutan, utamanya menyangkut dugaan mereka terhadap sengkarut distribusi bantuan sosial di Lombok Timur.

“Ibu menteri tolong evaluasi bantuan sosial di Lombok Timur. Di sini banyak sekali permainan oknum-oknum dalam penyaluran bantuan sosial. Itu sangat merugikan para keluarga penerima manfaat.” teriak Rohman Rafiki (13/10/2021).

Lanjutnya, dirinya juga mempertanyakan kenapa rombongan Risma laksanakan Kunker di lokasi (hotel, red) yang diduga dimiliki oleh salah seorang supplier, pada salah satu program bantuan sosial Kemensos RI. Sebab menurutnya, hal itu menimbulkan pertanyaan, terlebih lagi jika supplier itu menjabat sebagai kepala desa.

“Tempat ini milik salah seorang supplier, dia juga kepala desa. Lalu, bagiamana mungkin bisa dijamin kualitas barang bantuan kepada masyarakat. Copot juga Kepala Dinas Sosial, karena kinerjanya sangat buruk dan kami duga dia terlibat dalam permainan ini,” ucapnya.

Hal itu nyatanya, memantik perhatian Risma, didampingi oleh Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy, Anggota DPR-RI, Rahmat Hidayat dan Anggota DPD-RI Evi Efita Mala, Risma langsung menghampiri kelompok itu, malahan Risma terlibat adu mulut dengan salah seorang dari kelompok yang menggelar aksi itu, dan meminta data, jika ada praktek-praktek yang merugikan masyarakat penerima bantuan sosial.

“Saya datang ke sini niat saya baik. Saya juga ada info kalau kedatangan saya bakal dihadang. Tapi saya tidak takut. Sekarang kalau kamu punya data terkait itu, mari saya tunggu. Saya proses dan saya tindak tegas,” tegas Risma menimpali tuntutan yang diarahkan padanya itu.

Lanjut Risma, dirinya akan bersikap tegas kepada siapapun pihak yang bermain dalam menjalankan program sosial untuk masyarakat. Dari itu, ditegaskan olehnya, jika ada data atas dugaan itu, secepatnya pihaknya akan memproses, tapi diakuinya, justru setelah diminta, mahasiswa itu tidak memiliki data. “Tadi aku mau data, tapi setelah aku minta, gak ada,” tandasnya. (Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT