oleh

KKP Akan Jadikan Teluk Telong-Elong Pusat Budidaya Lobster Nasional

banner 300500

Teluk Telong-Elong akan dijadikan sentra budidaya lobster nasional. Rencana itu akan didukung dengan membangun industri pakan, akan dikembangkan juga real estate, dan dilengkapi juga dengan pusat informasi pemasaran lobster.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Besarnya potensi budidaya lobster di Lombok Timur yang juga merupakan kabupaten eksportir lobster terbesar di NTB, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI akan menjadikan Teluk Telong-Elong, Jerowaru, sebagai sentral budidaya lobster nasional.

Menteri KKP RI, Wahyu Sakti Trenggono mengatakan pihaknya akan membangkitkan kekuatan prekonomian melalui sektor lobster. Dari itu KKP akan menjadikan Teluk Telong-Elong sebagai Kampung Lobster atau pusat budidaya lobster.

“Sarana prasana sudah mendukung di sini dan juga kualitas air yang mendukung. Nanti saya minta sama Dirjen Budidaya untuk ditata menjadi kampung lobster yang indah di sini,” katanya saat mengunjungi petani lobster di Teluk Telong-Elong, Rabu (24/03/2021).

Wahyu berharap mata rantai industri lobster dimulai dari Teluk Telong-Elong. “Saya minta sesegera mungkin, akhir tahun ini sudah berjalan dengan baik,” pintanya.

Sementara itu, Sekda Lotim, M Juaini Taofik mengatakan bahwa konsep yang ditawarkan oleh KKP tersebut sangat baik, dimana nantinya Teluk Telong-Elong yang sudah lama menjadi pusat budidaya lobster akan ditingkatkan lagi menjadi Kampung Lobster.

Lanjut Sekda, nantinya setelah menjadi Kampung Lobster, Teluk Telong-elong ini tidak hanya untuk membudidayakan lobster, akan tetapi nantinya lokasi tersebut juga akan dibangun sentra pakan dan juga sentra jual beli. Dengan begitu para petani bisa mendapatkan pakan dengan mudah dan juga informasi kurs harga lobster.

“Dengan adanya penanyangan harga lobster di tempat ini, maka para petani tidak mudah ditipu oleh para tengkulak yang tidak meng-informasikan kurs harga lobster nasional,” kata Taofik di hadapan Menteri KKP.

Masih kata Taofik, KKP juga akan menata kawasan tersebut menjadi real estate, di mana kawasan itu akan dibangun cafe tengah laut dan juga lintasan khusus bagi perahu. Sehingga jumlah Keramba Jaring Apung (KJA) petani lobster tidak terganggu dan juga tak menutup kemungkinan KJA akan bertambah.

“Kita sudah teken MoU dengan KKP terkait tiga hal penting yaitu bersama-sama menata kawasan Kampung Lobster, tata niaga, dan juga kualitas produk,” ucapnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT