Lombok Timur, corongrakyat.co.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) periode 2025–2026 melakukan terobosan strategis dalam pemberdayaan ekonomi lokal di Desa Kumbang, Kabupaten Lombok Timur. Sabtu (24/1/2025) tim KKN Unram sukses menggelar sosialisasi bertajuk “Pengenalan Branding dan Kemasan” yang dirancang untuk memperkuat kesiapan pelaku UMKM menghadapi tantangan ekonomi digital.
Kegiatan yang juga memuat pendampingan teknis ini merupakan respons langsung tim kkn mahasiswa terhadap temuan observasi lapangan yang dilakukan sejak awal program. Dalam observasi tersebut, tim menemukan beragam usaha warga yang memiliki potensi ekonomi besar, mulai dari usaha sembako, jajanan tradisional, kerajinan tangan, hingga mebel kayu. Namun masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki identitas produk dan strategi pemasaran digital yang efektif.
“Kami menemukan banyak produk unggulan warga yang secara kualitas sangat baik, namun belum menggunakan model kemasan yang sesuai tren masa kini. Hal ini yang menjadi dasar program kami hadir di Desa Kumbang,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN Unram.
Branding Digital dan Integrasi Sistem Informasi Desa Melalui Website Desa
Dalam sesi materi, mahasiswa memperkenalkan aplikasi desain digital yang saat ini banyak digunakan secara global sebagai alat bantu pembuatan logo dan identitas visual. Materi ini dirancang untuk memberi kemampuan dasar kepada pelaku UMKM dalam menciptakan branding produk secara mandiri sebuah langkah awal penting agar produk lokal bisa masuk ke pasar digital yang lebih luas.
Upaya tersebut selanjutnya diintegrasikan dengan program Sistem Informasi Desa melalui Desa Berdaya, hasil kolaborasi mahasiswa dengan Pemerintah Desa Kumbang dan Bappeda NTB. Produk-produk yang sudah memiliki identitas visual kini akan dipromosikan melalui website desa, menggantikan pola pemasaran tradisional yang selama ini hanya mengandalkan media sosial pribadi seperti Facebook dan WhatsApp, atau penjualan di kios lokal.
Menjawab Tantangan Logistik dengan Frozen Food
Salah satu solusi yang menarik perhatian warga adalah demonstrasi teknologi vacuum sealer. Mengingat tren gaya hidup masyarakat yang kini menyukai kepraktisan, model kemasan makanan beku (frozen food) dianggap sebagai solusi yang sesuai. Dengan teknik kedap udara, masa simpan produk seperti jajanan tradisional dapat bertahan lebih lama tanpa merusak kualitas rasa. Hal ini langsung disambut antusias oleh pelaku usaha, seperti pengusaha cilok dan Sate Bonter.
“Memang kemasan vakum ini adalah solusi yang baik. Kalau mau kirim ke luar pulau, produk sering rusak. Dengan kemasan ini, apalagi ditambah box pendingin, dengan Solusi ini, produk bisa sampai ke konsumen luar daerah dengan segar,” kata pemilik usaha Sate Bonter dengan penuh semangat.

Desa Berdaya, Masyarakat Bahagia
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, mahasiswa juga memberikan contoh produk yang sudah dilengkapi desain logo kepada para pelaku usaha. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM mulai memperhatikan aspek estetika dan keamanan pangan dalam operasional mereka.
Program KKN Unram ini sejalan dengan program “Desa Berdaya” pemprov NTB untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif. Dengan penyempurnaan identitas visual serta pengemasan modern, UMKM di Desa Kumbang diproyeksikan mampu naik kelas, menembus pasar nasional dan digital.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, keterbatasan teknologi bukan lagi penghalang bagi masyarakat desa untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat di Nusa Tenggara Barat. (CR-Yazid)

