
Lombok Timur, CR- Ketua DPW PKB Provinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB ) H. Najamudin, mengatakan pemerintah saat ini belum serius melakukan pembinaan petani, pasalnya berbagai program yang diturunkan tidak dikawal dengan baik, sehingga pendapatan petani tidak pernah bergeser, hal itu ditegaskan H. Najamudin disela-sela panen raya, pare dan cabe di Lahan miliknya di Desa Montong Tangi Kecamatan Sakra Timur, Sabtu ( 27/2 ).
Menurut mantan anggota DPRD Provinsi NTB ini, selama ini pemerintah hanya mampu menggulirkan pupuk bersubsidi, namun tidak pernah melakukan kajian terlebih dahulu, apakah jenis pupuk yang dibutuhkan petani.
Selain itu, fungsi-fungsi tenaga Petugas Lapangan ( PL ) Pertanian yang masih belum maksimal melakukan pembinaan, anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk meningkatkan nilai produksi petani masih setengah hati, sehingga wajar setiap tahunnya petani mengeluh dan daya beli masyarakat petani rendah.
“ Petani bekerja sendiri, tidak paham pola bercocok tanam, pemerintah hanya sebagai pengamat pertanian saja,” Jelasnya.
Ia meminta untuk memaksimalkan peran PL pertanian di Akar rumput, harus diberengi dengan kesejahteran mereka, tanpa demikian, maka PL Pertanian di lapangan bekerja sebatas menggugurkan kewajiban saja.
“ Kita sangat paham dengan tingkat kesejahteraan mereka, mereka juga punya anak dan isteri,” ujarnya.
Lebih jauh, politisi vokal ini mengatakan, sudah seyogyanya sebagai daerah pertanian, porsi anggaran harus lebih besar di bandingkan sektor lainnya, dan selain itu pemerintah tidak boleh hanya pandai menganggarkan, namun tanpa perencanaan yang jelas, termasuk mau memberikan penguatan kapasitas kepada petani, sehingga pola tanam petani dari tahun ketahun bisa berubah sesuai perkembangan ilmu pengetahaun. (One)

