LOMBOK TIMUR — Pandi Ahmad, S.H. Ketua Barisan Aspirasi Rakyat Nusantara Nusa Tenggara Barat (BARA NTB) melontarkan kritik keras kepada Sari Yuliati selaku Anggota DPR RI dari Dapil NTB II.
Pandi mengatakan wakil rakyat harus bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat di daerah pemlihannya.
Ia menilai sejauh ini Sari Yuliati hampir tidak pernah menyuarakan aspirasi rakyat dapil NTB II di pusat.
“Aspirasi-aspirasi dapil NTB II hampir tidak pernah kami dengar disuarakan di pusat,” Kata Pandi.
Pandi juga menjelaskan bahwa dipulau Lombok saat ini marak terjadi pelecehan seksual di lingkungan pondok pesantren dan hal itu tidak pernah disuarakan.
“Ya contohnya tentang kasus pelecehan seksual di pondok pesantren yang marak diwilayah dapil nya tidak pernah dia suarakan,” Jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan rasa prihatin karena lebih dahulu tokoh luar daerah yang bukan wakil rakyat yang menyuarakan persoalan masyarakat dapil NTB II.
“Dalam pandangan saya Sari Yuliati ini acuh tak acuh terhadap persoalan yang terjadi di daerah pemelihannya, contohnya dalam kasus pembakaran santri itu, duluan Hotman Paris yang menyuarakan dari pada dia, setelah buming baru dia suarakan,” Tuturnya.
Selain itu, pandi juga menegaskan agar bantuan-bantuan yang digelontorkan dievalusi secara total, ia menilai bantuan yang turun sering kali tidak tepat sasaran.
“Berdasarkan temuan kami dilapangan bantuan yang diberikan oleh Sari Yuliati ini sering kali tidak tepat sasaran,” Tegas Pandi.
Terakhir, ia menyapaikan agar Sari Yuliati lebih peka terhadap situasi dan kondisi masyarakat yang menjadi konstituennya.


